SMAN 3 Rangkasbitung Akan Direlokasi, Gubernur Andra Soni Ungkap Kondisi Bangunan Memprihatinkan dan Lahan Terlalu Sempit

Yayat - JuaraMedia
22 Jun 2026 17:21
Pendidikan 0 69
3 menit membaca

Caption : Gubernur Banten, Andra Soni Ketika Meninjau Lokasi lahan untuk Relokasi SMAN 3 Rangkasbitung, Senin (22/6/2026) 

JUARAMEDIA, LEBAK – Gubernur Banten Andra Soni memastikan SMAN 3 Rangkasbitung akan direlokasi ke lokasi baru yang lebih representatif. Keputusan itu disampaikan usai meninjau langsung kondisi sekolah bersama Ketua DPRD di  Jl. Letnan Muharam No. 5, Kelurahan Muara Ciujung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten. Senin (22/6/2026)

Menurut Andra Soni, lahan SMAN 3 Rangkasbitung yang saat ini hanya sekitar 2.800 meter persegi sudah tidak lagi memadai untuk menampung aktivitas belajar mengajar. Di atas lahan tersebut terdapat 21 rombongan belajar (rombel) sehingga ruang gerak sekolah menjadi sangat terbatas.

“Hal yang kami monitor di sini adalah kaitan dengan rencana relokasi. Sekolah ini hanya berdiri di lahan sekitar 2.800 meter persegi dengan 21 rombel. Kita lihat sendiri memang sangat kecil dan sudah saatnya direlokasi,” ujar Andra.

Pemprov Banten kini menyiapkan lahan baru seluas lebih dari 6.000 meter persegi yang berada di kawasan aset Pemerintah Provinsi Banten. Lokasi tersebut dinilai mampu mendukung pengembangan fasilitas pendidikan yang lebih modern dan nyaman.

Andra menjelaskan, relokasi dilakukan bukan hanya untuk menambah daya tampung siswa, tetapi juga meningkatkan kualitas sarana pendidikan.

“Kita ingin daya tampung semakin besar, proses belajar mengajar lebih nyaman, waktunya cukup, fasilitasnya juga memadai,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten Jamaludin menegaskan bahwa faktor utama relokasi adalah kondisi infrastruktur sekolah yang sudah tidak layak digunakan dalam jangka panjang.

Menurutnya, berdasarkan hasil kajian teknis, bangunan sekolah yang ada saat ini sudah tidak memungkinkan untuk dimaksimalkan lagi.

“Bangunannya sudah tidak layak menurut kajian. Selain itu luas lahannya juga kurang memadai sehingga diputuskan untuk direlokasi ke lahan milik Pemerintah Provinsi Banten,” ujar Jamaludin.

Ia menambahkan, penggunaan lahan milik pemerintah menjadi solusi efisien karena tidak memerlukan anggaran pembelian tanah yang nilainya cukup besar.

Rencananya, kompleks sekolah baru akan dibangun tiga lantai dengan fasilitas yang lebih lengkap, termasuk area parkir dan sarana olahraga untuk siswa.

“Targetnya tahun depan mulai dibangun. Saat ini masih dalam tahap perencanaan relokasi,” katanya.

Di sisi lain, Kepala SMAN 3 Rangkasbitung Reri Yoselina mengungkapkan bahwa kondisi bangunan sekolah memang menjadi kekhawatiran serius pihak sekolah selama beberapa tahun terakhir.

Menurut Reri, sebagian bangunan telah berdiri sejak tahun 1969 dan hanya mengalami perbaikan ringan tanpa peremajaan menyeluruh.

“Yang paling mengkhawatirkan adalah kondisi bangunan. Bangunan ini dibangun tahun 1969. Sudah mulai ada penurunan struktur dan beberapa bagian mengalami kerusakan,” ujarnya.

Ia mengaku beberapa kali menyampaikan kekhawatiran tersebut kepada pemerintah karena keselamatan siswa menjadi prioritas utama.

Selain kondisi bangunan, tingginya animo masyarakat untuk masuk ke SMAN 3 Rangkasbitung juga menjadi alasan kuat perlunya relokasi. Tahun ini sekolah hanya mampu menerima sekitar 280 siswa dalam delapan rombongan belajar, sementara jumlah pendaftar mencapai lebih dari 400 orang.

Reri juga meluruskan isu yang berkembang terkait status lahan sekolah. Menurutnya, relokasi tidak ada kaitannya dengan kekalahan sengketa lahan sebagaimana rumor yang beredar di masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa persoalan yang sempat muncul hanya berupa miskomunikasi terkait administrasi aset antara sekolah dan yayasan yang kemudian telah diselesaikan melalui mekanisme hukum hingga status kepemilikan lahan dinyatakan sah milik pemerintah.

” Bersyukur sekarang sertifikat sudah ada dan status lahannya jelas milik pemerintah. Jadi relokasi ini bukan karena kalah sengketa, tetapi karena kebutuhan ruang dan kondisi bangunan yang sudah tidak layak,” tegasnya.

Dengan relokasi tersebut, Pemprov Banten berharap SMAN 3 Rangkasbitung dapat berkembang menjadi sekolah yang mampu menampung lebih banyak siswa sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat Kabupaten Lebak.(ade *)

 

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi