Aksi “Keranda Mayat” Guru Madrasah di Lebak Batal, Tapi Tuntutan Tetap Jalan

Yayat - JuaraMedia
28 Okt 2025 18:33
Demo 0 407
2 menit membaca

Caption : Humas Aksi Hendra Supriandi ketika menyerahkan surat pemberitahuan Aksi ke Intelkam Polres Lebak, Jumat (24/10/2025) 

JUARAMEDIA, LEBAK – Rencana aksi besar-besaran guru madrasah swasta di Kabupaten Lebak yang akan digelar 3 November 2025 dengan simbol “keranda mayat” dipastikan batal terlaksana. Aksi yang semula disebut sebagai bentuk protes keras terhadap kurangnya perhatian pemerintah daerah itu kini beralih menjadi audiensi terbatas.

Ketua Madrasah Center (MDC) of Lebak, Deni Subhani M.Pd.I, mengonfirmasi perubahan mendadak tersebut saat dihubungi JUARAMEDIA, Selasa (28/10/2025).

 “Iya, aksi batal. Tapi belum jelas waktunya untuk audiensi, baru tanggalnya saja, jamnya belum ditentukan,” ungkap Deni.

Sebelumnya, aksi damai itu direncanakan akan melibatkan sekitar 2.000 guru madrasah swasta dari berbagai kecamatan di Lebak. Mereka akan membawa keranda mayat, spanduk, dan selebaran sebagai simbol “matinya keadilan bagi guru madrasah swasta.”

Rencana tersebut sudah resmi diberitahukan ke pihak kepolisian melalui surat bernomor 092/MdC-PGIN/PADI/X/2025, yang diserahkan kepada Kapolres Lebak Cq. Kasat Intelkam pada Jumat (24/10/2025) lalu.

Namun, situasi berubah. Panitia aksi kini memilih jalur dialog dan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Lebak.

Deni Subhani juga menegaskan bahwa pembatalan bukan berarti perjuangan berhenti.

 “Kami tetap menuntut keadilan. Guru madrasah swasta punya peran besar dalam pendidikan, tapi sering luput dari perhatian anggaran,” tegasnya.

Menurutnya, tuntutan utama para guru adalah alokasi dana APBD Lebak untuk insentif guru madrasah swasta tingkat RA, MI, dan MTs. Mereka berharap audiensi nanti menjadi momentum bagi Pemkab Lebak untuk lebih serius memperhatikan kesejahteraan tenaga pendidik madrasah.

 “Kami ingin pemerintah membuka mata, bahwa guru madrasah juga pejuang pendidikan. Audiensi ini kesempatan bagi kami menyampaikan langsung suara yang selama ini diabaikan,” tambah Deni.

Tembusan surat aksi sebelumnya telah dikirimkan ke Bupati Lebak, Ketua DPRD Lebak, Kepala Kemenag Lebak, dan seluruh guru madrasah swasta se-Kabupaten Lebak.

Kini publik menunggu langkah selanjutnya, apakah audiensi ini menjadi titik balik perjuangan guru madrasah swasta di Lebak, atau sekadar penundaan dari aksi mereka kedepan. (*)

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi