
Foto : Deni Subhani M.Pd.i
Penulis : Ika | Editor : Budi Harto
LEBAK – Sebagai bentuk rasa nasionalisme tentang perjuangan para pahlawan khususnya para pemuda yang telah memperjuangkan kemerdekaan, Sekolah Al HIkmah Cikulur menggelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober, di halaman sekolah setempat, Senin (28/10).
Pelaksanaan Upacara Bendera Hari Sumpah Pemuda yang ke 91, menurut Deni Subhani M.Pd.i dalam amanatnya selaku pembina upacara menyampaikan, bahwa sejarah mencatat, salah satu peristiwa penting tentang upaya mempersatukan rakyat Indonesia adalah Kongres Pemuda II tanggal 28 Oktober 1928. Sejumlah pemuda berkumpul, yang tergabung dalam berbagai organisasi, diantaranya: Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia, Jong Java, Jong Sumatera, Jong Batak, Jong Islamieten Bond, Jong Celebes, Jong Ambon, Pemuda Kaum Betawi, dan Pemuda Indonesia.
“Kongres ini bertujuan merundingkan dan merumuskan apa yang mereka perjuangkan selama ini. Menariknya, tidak pernah ada pencanangan nama “Sumpah Pemuda” selama kongres berlangsung. Lalu, dari mana istilah Sumpah Pemuda muncul? Muhammad Yamin dari Jong Sumatera yang pada saat itu bertindak sebagai sekretaris dalam kepanitiaan kongres, menyebutnya Sumpah Pemuda pada tahun 1960. Ia merasa bahwa momen tersebut adalah momen penting maka ia namakan “Sumpah Pemuda,” ujarnya.
Ia menambahkan, jadi dengan bersatu maka kekuatan dalam bekerjasama akan semakin kuat.
“Saya berpesan kepada anak-anak didik kami untuk selalu belajar dengan rajin, dengan belajar adalah salah satu nilai untuk mengisi perjuangan, khususnya para pemuda,” tuturnya.
Sementara itu petugas pembawa bendera Habsoh merasa bangga atas tugasnya hari ini, ia mengaku bahwa dirinya bertugas dalam upacara hari sumpah pemuda ini merupakan bagian dari meneruskan perjuangan para pahlawan terdahulu khususnya pemuda.
“Saya sangat bangga menjadi bagian dari upacara peringatan ini, saya bisa bertugas untuk mengibarkan bendera merah putih, lambang negara kita,” ungkap Habsoh usai pelaksanakaan upacara.
Siswi yang bercita-cita menjadi Paskibraka Nasional ini menyampaikan makna sumpah Pemuda, baginya adalah momen pembangkit semangat belajar.
“Makna sumpah pemuda bagi saya sebagai pelajar adalah sebuah momen pembangkit semangat belajar dengan mencontoh semangat para pemuda pendahulu yang rela berkorban untuk bangsa,” tukasnya.
Tidak ada komentar