
Caption: P3 – TGAI Cinali Makmur, Desa Girimukti, Kecamatan Cimarga
JUARAMEDIA, LEBAK – Pembangunan saluran irigasi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang dilaksanakan Kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Cinali Makmur di Desa Giri Mukti, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, menjadi perhatian publik setelah muncul video di akun TikTok yang menuding pekerjaan tidak sesuai spesifikasi.
Menanggapi hal tersebut, pihak pelaksana, Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM), serta sejumlah pihak yang melakukan peninjauan lapangan menegaskan bahwa pekerjaan telah dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, Rencana Anggaran Biaya (RAB), serta petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) Program P3-TGAI.
Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) P3A Cinali Makmur, Ade, menjelaskan bahwa bagian bangunan yang dipersoalkan dalam video tersebut berada di luar ruang lingkup pekerjaan yang menjadi tanggung jawab kelompok P3A.
Menurutnya, narasi yang beredar di media sosial tidak menggambarkan kondisi proyek secara utuh sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Titik yang dipersoalkan bukan merupakan bagian pekerjaan yang harus dibangun dalam program P3-TGAI. Karena itu, tudingan bahwa pekerjaan tidak sesuai spesifikasi tidak tepat jika dikaitkan dengan proyek yang sedang kami laksanakan,” ujar Ade kepada awak media , Minggu (5/7/2026).
Ketua P3A Cinali Makmur, Endi, memastikan seluruh tahapan pekerjaan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Ia menegaskan kelompoknya berkomitmen menjaga kualitas bangunan karena saluran irigasi tersebut akan dimanfaatkan langsung oleh para petani.
“Kami tidak berani melanggar spesifikasi maupun RAB. Justru kami ingin hasil pembangunan ini benar-benar kuat, berkualitas, dan bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang oleh para petani,” kata Endi.
Untuk memastikan kondisi di lapangan, Ketua DPAC Badak Banten Perjuangan Kecamatan Cimarga, Udin Dolar, bersama Pengurus DPP Badak Banten Perjuangan, Aa Solihin, turut meninjau langsung lokasi pembangunan.
Berdasarkan hasil peninjauan, Udin menyatakan tidak menemukan adanya indikasi pekerjaan yang menyimpang dari spesifikasi sebagaimana yang beredar dalam video di media sosial.
“Kami melihat langsung kondisi fisiknya. Apa yang dituduhkan dalam video tersebut tidak sesuai dengan fakta yang kami temukan di lapangan,” ujarnya.
Sementara itu, masyarakat Desa Giri Mukti, khususnya para petani sebagai penerima manfaat, mengaku menyambut baik pembangunan saluran irigasi tersebut.
Tokoh masyarakat Desa Giri Mukti, Madsuni, mengatakan keberadaan Program P3-TGAI sangat membantu meningkatkan sistem pengairan lahan pertanian.
“Kami sangat berterima kasih atas pembangunan irigasi ini. Dari yang kami lihat, kualitas bangunannya baik dan material yang digunakan juga sesuai harapan. Kami berharap saluran ini bisa memberikan manfaat bagi para petani dalam jangka panjang,” tuturnya.
Program P3-TGAI merupakan salah satu program Kementerian Pekerjaan Umum yang bertujuan meningkatkan pelayanan jaringan irigasi melalui pemberdayaan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).
Program ini diharapkan mampu mendukung produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan petani melalui pembangunan infrastruktur irigasi yang berkualitas. (*)