Gaspol Tangani Stunting, Menteri Wihaji Turun Langsung ke Lebak Salurkan Bantuan KRS

Yayat - JuaraMedia
30 Apr 2026 14:38
Kesehatan 0 42
3 menit membaca

Caption : Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Wihaji,ketika turun ke Lebak 

JUARAMEDIA, LEBAK – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Wihaji, tancap gas menangani stunting dengan turun langsung ke wilayah pedalaman Kabupaten Lebak, Kamis (30/4/2026). Dalam kunjungannya ke Kecamatan Leuwidamar, ia menyalurkan bantuan kepada Keluarga Risiko Stunting (KRS) sekaligus memastikan intervensi pemerintah berjalan tepat sasaran hingga ke tingkat keluarga.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program Saba Budaya yang dipadukan dengan pemantauan program prioritas serta pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B. Selain itu, digelar pula pelayanan KB serentak dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-75 Ikatan Bidan Indonesia.

Dalam sambutannya, Wihaji menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial. Ia menekankan pentingnya pendekatan terpadu yang menyentuh langsung keluarga sasaran.

“Kehadiran kita hari ini adalah bukti nyata bahwa negara hadir hingga ke pelosok. Bantuan ini bukan sekadar simbolis, tetapi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari intervensi gizi, edukasi keluarga, hingga penguatan layanan kesehatan dasar.

“Program Keluarga Risiko Stunting harus kita kawal bersama. Dengan sinergi yang kuat, kita optimistis target penurunan stunting dapat tercapai,” tambahnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, yang menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat di wilayah pedalaman Lebak.

“Kami di Pemerintah Provinsi Banten mendukung penuh langkah strategis BKKBN. Ini menjadi energi positif bagi daerah untuk terus memperkuat pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam pemenuhan gizi dan kesehatan keluarga,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, menilai kegiatan tersebut sebagai momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan stunting sejak dini.

“Sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah menjadi kunci. Kami akan terus mendorong program-program yang menyentuh langsung masyarakat agar kualitas hidup keluarga Lebak semakin baik,” katanya.

Di sisi lain, Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Banten, Yuda Ganda Putra, menjelaskan bahwa bantuan kepada KRS merupakan bagian dari intervensi spesifik yang dilakukan secara terukur dan berkelanjutan.

“Kami memastikan setiap keluarga penerima mendapatkan pendampingan intensif, mulai dari pemenuhan gizi hingga edukasi pola asuh yang tepat. Ini adalah langkah konkret dalam mencegah stunting dari hulu,” jelasnya.

Kegiatan ini juga dihadiri Anggota DPR RI Fraksi Golkar Ade Rossi, unsur Forkopimda, serta jajaran BKKBN Banten. Rangkaian acara berlangsung hangat dan penuh antusiasme masyarakat, mencerminkan kuatnya semangat gotong royong dalam membangun generasi Indonesia yang sehat dan unggul.

Pemerintah berharap, melalui intervensi langsung hingga ke wilayah terpencil, percepatan penurunan stunting dapat semakin masif dan merata. Upaya ini menjadi bagian penting dalam menciptakan generasi masa depan yang lebih berkualitas dan berdaya saing.(budi)

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi