Camat Kalanganyar Buka Strategi Atasi Pencemaran Sungai Cikatapis, Libatkan Dua Desa dan Pemkab

Yayat - JuaraMedia
31 Jul 2026 20:10
Daerah 0 47
3 menit membaca

Caption : Drs Apip Saepudin ,Camat Kalanganyar

JUARAMEDIA, LEBAK – Camat Kalanganyar, Apip Saepudin, menyiapkan strategi kolaboratif untuk mengatasi pencemaran Sungai Cikatapis yang dikeluhkan warga. Langkah tersebut akan melibatkan Pemerintah Desa Cikatapis, Desa Aweh, pemerintah daerah, hingga Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak guna mencari solusi nyata terhadap persoalan sampah dan pencemaran yang semakin mengganggu lingkungan.

Menurut Apip Saepudin , penyelesaian persoalan tidak cukup hanya dengan saling menyalahkan atau berpolemik di media sosial. Ia menilai seluruh pemangku kepentingan harus duduk bersama melalui forum musyawarah untuk menyepakati langkah penanganan yang konkret.

“Saya mengapresiasi masyarakat yang menyampaikan aspirasi di media sosial. Itu bagian dari demokrasi dan tidak ada yang melarang. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana semua pihak duduk bersama mencari solusi,” ujar Apip kepada JUARAMEDIA, Jumat (31/7/2026).

Sebagai langkah awal, Apip berencana menggelar pertemuan yang melibatkan Pemerintah Desa Cikatapis, Desa Aweh, RT, RW, BPD, tokoh masyarakat, hingga unsur kecamatan.

Forum tersebut diharapkan menghasilkan komitmen bersama dalam menangani persoalan sampah yang diduga menjadi penyebab pencemaran Sungai Cikatapis.

“Bila perlu kita buat kesepakatan bersama dan ditandatangani seluruh pihak. Kita dorong bersama agar persoalan ini mendapat perhatian dan segera ditindaklanjuti,” katanya.

Apip menegaskan pihak kecamatan tidak ingin menyudutkan pemerintah desa maupun masyarakat. Menurutnya, persoalan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus diselesaikan melalui kolaborasi lintas sektor.

Menurut Apip, salah satu kendala dalam penanganan sampah adalah belum tersedianya lahan yang memadai untuk tempat pengelolaan sampah. Upaya mencari tanah hibah pun dinilai tidak mudah karena jarang ada warga yang bersedia menghibahkan lahannya untuk kepentingan tersebut.

“Kalau hanya menunggu hibah tanah, saya kira akan sulit. Karena itu pemerintah daerah perlu mencari alternatif solusi yang lebih realistis,” ujarnya.

Selain itu, ia mendorong Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak untuk segera melakukan koordinasi dan mengambil langkah teknis sesuai kewenangannya. Menurutnya, penanganan tidak cukup hanya dengan kerja bakti, tetapi memerlukan solusi permanen agar persoalan tidak terus berulang.

Apip juga menjelaskan, dampak pencemaran paling terasa saat musim kemarau. Air sungai terlihat menghitam dan menimbulkan bau tidak sedap yang mengganggu masyarakat maupun pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi.

“Kalau musim hujan biasanya tidak terlalu terasa. Tetapi ketika kemarau, bau menyengat dan kondisi air yang menghitam menjadi keluhan utama masyarakat,” katanya.

Ia memastikan Pemerintah Kecamatan Kalanganyar akan terus memfasilitasi komunikasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan pemerintah daerah agar penanganan pencemaran Sungai Cikatapis dapat segera direalisasikan.

“Kita ingin persoalan ini selesai dengan baik. Semua pihak memiliki peran masing-masing. Yang dibutuhkan sekarang adalah aksi nyata, koordinasi, dan solusi agar pencemaran Sungai Cikatapis tidak terus berlarut,” pungkasnya.

Sebelumnya, Sejumlah warga Kp Rancagawe,Desa Cikatapis mengeluhkan sungai Cikatapis yang berbau tak sedap dan warnanya menghitam.

” Menurut saya, penyebab Sungai Cikatapis menjadi hitam dan bau akibat penumpukan sampah. Setiap hari ada saja sampah rumah tangga yang masuk ke sungai, lama-kelamaan menumpuk dan membusuk,” ujar Dedi salah seorang warga setempat. (*)

 

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi