
Caption : Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya ketika panen raya
JUARAMEDIA, LEBAK – Kabar baik bagi petani di Kabupaten Lebak. Hasil panen padi kini tak lagi sulit dipasarkan setelah PT Lebak Niaga Perseroda turun langsung menyerap gabah petani di sejumlah wilayah.
Hal itu terlihat saat Bupati Lebak Moch Hasbi Asyidiki Jayabaya bersama jajaran Dinas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan melakukan panen padi di lahan milik Kelompok Tani Gudang Asih, Kelurahan Rangkasbitung Barat, Senin (27/4/2026).
Dalam kegiatan tersebut, gabah hasil panen langsung dibeli dan diserap oleh PT Lebak Niaga Perseroda.
Bupati Hasbi menyebut kehadiran perusahaan daerah tersebut menjadi angin segar bagi petani, terutama dalam urusan pemasaran hasil panen yang selama ini kerap menjadi persoalan.
“Alhamdulillah, PT Lebak Niaga Perseroda saat ini semakin baik dan semakin mampu menyerap gabah petani lokal. Salah satu kebahagiaan petani adalah sekarang mereka tidak perlu lagi kesulitan menjual hasil panennya ke luar daerah,” ujar Hasbi.
Menurutnya, langkah ini menjadi bukti bahwa pemerintah daerah serius memperkuat sektor pertanian sekaligus menjaga kesejahteraan petani.
Sementara itu, Direktur PT Lebak Niaga Perseroda, Ilham Akbar, mengungkapkan pihaknya menargetkan penyerapan gabah dari lahan seluas 5 hektare di Rangkasbitung Barat dengan estimasi produksi sekitar 30 ton.
“Proyeksi hasil panen dari lahan sekitar 5 hektare ini kurang lebih mencapai 30 ton. Penyerapan dilakukan secara bertahap karena proses panen masih manual, namun seluruh hasil panen tersebut akan kami serap,” kata Ilham.
Ia menjelaskan, pada hari pertama panen, pihaknya telah menyerap sekitar 5 ton gabah. Proses pengangkutan akan terus dilakukan hingga seluruh hasil panen masuk ke gudang.
“Hari ini baru terserap sekitar 5 ton, dan besok akan kami tarik kembali secara bertahap. Karena panen dilakukan manual, jadi tidak sekaligus, tetapi kami pastikan seluruhnya terserap oleh Lebak Niaga,” jelasnya.
Tak hanya di Rangkasbitung Barat, PT Lebak Niaga Perseroda juga mulai aktif menyerap gabah petani dari wilayah lain seperti Kolelet, Rangkasbitung Timur, dan Cijoro Bendungan.
Langkah tersebut dinilai menjadi sinyal positif bahwa hasil panen petani Lebak kini memiliki pasar yang lebih pasti, sekaligus menekan ketergantungan pada tengkulak.
“Ini bagian dari komitmen kami untuk terus menyerap hasil panen petani lokal,” pungkas Ilham.
Dengan pola penyerapan langsung seperti ini, harapan baru tumbuh di kalangan petani Lebak: panen tidak hanya melimpah, tetapi juga memberi keuntungan yang nyata. (*)