
Caption : Ilustrasi PADes Lebak Tahun 2025
JUARAMEDIA, LEBAK – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Lebak mencatat total Pendapatan Asli Desa (PADes) tahun 2025 mencapai Rp1.207.835.598. Angka ini menunjukkan peningkatan kapasitas fiskal desa serta keberhasilan pemerintah desa dalam menggali potensi ekonomi lokal.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPMD Kabupaten Lebak, Rido, mengungkapkan bahwa capaian PADes tersebut bersumber dari berbagai sektor yang dikelola oleh desa, mulai dari pengelolaan aset desa, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), hingga sektor unggulan seperti pariwisata dan usaha ekonomi produktif masyarakat.
“PADes berasal dari beragam sumber, termasuk aset desa, BUMDes, serta sektor unggulan desa seperti pariwisata dan kegiatan ekonomi produktif masyarakat,” ujar Rido saat diwawancarai di ruang kerjanya, Sabtu (10/01/2026).
Berdasarkan data DPMD Kabupaten Lebak, Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, tercatat sebagai desa dengan PADes tertinggi sepanjang 2025, yakni mencapai Rp250.000.000. Kontribusi terbesar berasal dari sektor pariwisata yang terus berkembang dan menjadi daya tarik utama wisatawan di wilayah selatan Kabupaten Lebak.
“Tingginya PADes Desa Sawarna didorong oleh sektor pariwisata yang dikelola secara optimal dan berkelanjutan,” jelas Rido.
Selain Desa Sawarna, sejumlah desa lain juga mencatatkan kontribusi PADes cukup signifikan. Desa Sukamanah, Kecamatan Malingping, membukukan PADes sebesar Rp50.000.000, disusul Desa Malangsari, Kecamatan Cipanas, dengan PADes Rp39.187.000. Selanjutnya Desa Pamubulan, Kecamatan Bayah, mencatat PADes Rp38.077.054, serta Desa Cibeber dengan pendapatan Rp35.600.000.
Rido menilai, capaian tersebut menjadi indikator awal meningkatnya kemandirian ekonomi desa di Kabupaten Lebak. Namun demikian, ia menegaskan bahwa peningkatan PADes harus diiringi dengan tata kelola yang transparan dan akuntabel agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat desa.
“DPMD Kabupaten Lebak akan terus melakukan pendampingan dan pembinaan kepada pemerintah desa agar pengelolaan PADes semakin profesional, transparan, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (budi)