Oplus_131072Caption :Warga Desa Karyajaya, Lebak, Banten, tanam padi di jalan rusak sebagai bentuk protes karena 10 tahun tak ada perbaikan. Pemerintah diminta segera bertindak.
JUARAMEDIA, LEBAK – Warga Desa Karyajaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, melakukan aksi protes damai dengan menanam pohon pisang di tengah jalan desa. Aksi ini dilakukan karena jalan utama desa telah rusak parah selama lebih dari 10 tahun dan belum juga diperbaiki.
Jalan yang berlubang, becek saat hujan, dan tidak layak dilalui kendaraan ini telah lama menjadi keluhan warga. Namun hingga kini, belum ada respons konkret dari pemerintah daerah maupun provinsi.
“Anak kami jatuh saat berangkat sekolah. Motor pedagang juga sering tergelincir. Kami sudah lelah mengadu. Jadi kami tanam pohon pisang saja di jalan, semoga dilihat,” kata Janah, warga Karyajaya, Senin (3/6/2025).
Dampak Jalan Rusak: Ekonomi Terhambat, Pendidikan Terancam
Kerusakan jalan berdampak langsung pada aktivitas warga. Distribusi hasil pertanian terganggu, kendaraan sulit masuk ke desa, dan anak-anak kerap terlambat atau tidak bisa sekolah karena kondisi jalan yang membahayakan.
“Kami ini rakyat kecil. Desa lain jalannya mulus, kami seperti tidak dianggap,” ujar warga lain
Simbol Protes Damai: Tanam Pohon Pisang
Aksi tanam pohon pisang ini menjadi simbol keresahan warga. Mereka berharap langkah ini menarik perhatian pihak berwenang untuk segera melakukan perbaikan infrastruktur.
“Kami hanya ingin jalan yang layak, bukan minta mewah. Demi anak-anak dan masa depan desa,” tambah Janah.
Kades: Rencana Perbaikan Dibatalkan karena Efisiensi Anggaran
Kepala Desa Karyajaya, Ahmad Jaeni, menjelaskan bahwa jalan tersebut sebenarnya sudah masuk rencana pembangunan oleh Pemprov Banten tahun 2025. Namun, rencana itu batal karena efisiensi anggaran.
“Dari APBDes juga tidak bisa dianggarkan, karena tahun ini difokuskan untuk pembangunan jalan kampung Belahaji,” jelasnya. (budi)