Sampah Jadi Ancaman Lingkungan, DLH Lebak Gandeng HIMAGUNA Edukasi Pelajar Sejak Dini

Yayat - JuaraMedia
21 Agu 2026 15:50
Lingkungan 0 50
3 menit membaca

Caption : DLH & HIMAGUNA

JUARAMEDIA, LEBAK – Persoalan sampah yang terus menjadi tantangan bagi lingkungan mendorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak mengambil langkah dari hulu dengan menanamkan kesadaran sejak usia sekolah.

DLH Lebak menggandeng Himpunan Mahasiswa Gunung Kencana (HIMAGUNA) untuk mengedukasi para pelajar tentang pentingnya memilah, mengurangi, dan mengolah sampah secara tepat.

Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Lebak, Eric Kusuma, mengatakan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut menjadi nilai tambah karena penyampaian materi dapat dilakukan dengan bahasa yang lebih dekat dengan dunia pelajar.

“Kami menggandeng HIMAGUNA karena mereka memiliki kompetensi dan semangat yang tinggi untuk mengedukasi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah. Dengan bahasa yang lebih dekat dengan pelajar, pesan tentang pentingnya memilah sampah dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dapat tersampaikan dengan lebih efektif,” ujar Eric Kusuma, Jumat (21/8/2026).

Menurut Eric, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan pembangunan infrastruktur seperti Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).

Perubahan perilaku masyarakat atau behavior change juga menjadi faktor penting dalam menciptakan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

“Penanganan sampah tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga bagaimana membangun kesadaran masyarakat. Kebiasaan tersebut harus ditanamkan sejak bangku sekolah dasar hingga menengah,” katanya.

Dalam kegiatan penyuluhan, DLH bersama HIMAGUNA tidak hanya memberikan materi secara teori. Para siswa juga diajak mengikuti simulasi pemilahan sampah organik dan anorganik.

Konsep 3R, yakni Reduce, Reuse, dan Recycle, diperkenalkan melalui permainan edukatif serta demonstrasi yang mudah dipahami para pelajar.

Siswa juga mendapatkan pemahaman mengenai pemanfaatan sampah organik, salah satunya melalui praktik sederhana pembuatan kompos dari sampah dapur.

Pendekatan praktis tersebut diharapkan membuat siswa tidak hanya memahami pentingnya menjaga kebersihan, tetapi juga mampu menerapkan pengelolaan sampah dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, perwakilan HIMAGUNA mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat sekaligus penerapan ilmu geografi, khususnya mengenai hubungan manusia dengan lingkungan.

“Kami berharap adik-adik siswa bisa menjadi agen perubahan di rumah masing-masing, mengajak orang tua dan tetangga untuk mulai memilah sampah,” ujarnya.

Menurutnya, edukasi kepada pelajar memiliki dampak yang cukup strategis karena kebiasaan yang dibangun sejak dini berpotensi terbawa hingga dewasa.

Pelajar juga diharapkan dapat menjadi penggerak sederhana di lingkungan keluarga dengan mengingatkan pentingnya mengurangi sampah plastik sekali pakai dan memilah sampah berdasarkan jenisnya.

Sinergi antara DLH Kabupaten Lebak dan HIMAGUNA diharapkan dapat memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya.

Upaya tersebut sekaligus mendukung target menciptakan Kabupaten Lebak yang lebih bersih serta mengurangi munculnya tumpukan sampah liar di lingkungan masyarakat.

DLH Lebak berencana memperluas jangkauan penyuluhan serupa ke lebih banyak sekolah di berbagai kecamatan sepanjang 2026.

Melalui edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan, pengelolaan sampah diharapkan tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi kebiasaan bersama yang dimulai dari lingkungan sekolah, keluarga, hingga masyarakat.

Dengan menanamkan kesadaran sejak dini, para pelajar diharapkan mampu menjadi generasi yang tidak hanya peduli terhadap kebersihan, tetapi juga aktif menjaga keberlanjutan lingkungan Kabupaten Lebak.(Budi)

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi