Ketua TP PKK Lebak Tegaskan Intervensi Stunting Tak Boleh Sekadar Seremoni

Yayat - JuaraMedia
15 Apr 2026 11:23
Kesehatan 0 33
2 menit membaca

Caption : Ketua Tim PKK Kabupaten Lebak Belia Hasbi Asyidiki Jayabaya pada acara launching intervensi pencegahan stunting 

JUARAMEDIA,LEBAK – Ketua TP PKK Kabupaten Lebak menegaskan bahwa upaya intervensi stunting tidak boleh berhenti pada seremoni semata. Program yang telah dilaunching harus menjadi gerakan nyata dan berkelanjutan hingga ke tingkat desa, mengingat angka stunting di Lebak masih dinilai belum menunjukkan penurunan yang signifikan.

Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan launching intervensi serentak percepatan penurunan stunting yang digelar di Posyandu UPTD Puskesmas Cikulur, Gedung KDMP Desa Curugpanjang, Kecamatan Cikulur, Rabu (15/4/2026).

Ketua TP PKK Kabupaten Lebak, Belia Asyidiki Jayabaya, menilai bahwa penanganan stunting membutuhkan keterlibatan semua pihak secara terpadu. Ia menyoroti bahwa meskipun terdapat tren penurunan, angka stunting di Kabupaten Lebak masih tergolong stagnan.

“Pencegahan stunting tidak bisa sendiri-sendiri. Harus kolaborasi antara dinas, desa hingga kecamatan, karena angka stunting di Lebak masih tergolong stagnan meski ada penurunan,” ujarnya.

Ia menegaskan, kegiatan intervensi serentak ini harus menjadi titik awal gerakan bersama yang berkelanjutan, bukan sekadar agenda seremonial tanpa dampak nyata di lapangan.

“Jangan hanya berhenti di launching. Harus ada tindak lanjut nyata sampai ke desa agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Lebak, Susi, mengatakan bahwa program tersebut akan langsung ditindaklanjuti oleh para kader di desa.

“Setelah dilaunching, kegiatan ini akan dilanjutkan oleh kader-kader di desa. Harapannya angka stunting terus menurun dari hari ke hari,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan penanganan stunting sangat bergantung pada sinergi dan gotong royong lintas sektor.

“Kita gotong royong. Ini tidak mungkin bisa teratasi kalau tidak ada kebersamaan,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Eka Darmana Putra, mengungkapkan bahwa jumlah kasus stunting saat ini tercatat sebanyak 4.684 kasus, menurun dari sebelumnya sekitar 6.500 kasus.

“Secara kumulatif ada penurunan lebih dari 1.500 kasus. Namun dinamika tetap terjadi karena faktor kelahiran dan risiko lainnya,” jelasnya.

Ia menegaskan, pihaknya akan terus memperkuat intervensi terhadap anak berisiko stunting guna mencegah munculnya kasus baru, dengan melibatkan tenaga kesehatan, kader posyandu, serta aparatur desa secara terpadu.

Selain itu, Eka juga mengingatkan pentingnya akurasi data dalam mendukung efektivitas penanganan.

“Data harus divalidasi, diklarifikasi dan disesuaikan dengan catatan ahli gizi sebelum dilaporkan. Ini menjadi kunci agar penanganan tepat sasaran,” tegasnya.

Dengan penguatan kolaborasi lintas sektor, validasi data yang akurat, serta intervensi yang berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Lebak optimistis angka stunting dapat terus ditekan secara bertahap, meskipun tantangan di lapangan masih cukup kompleks. (*)

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi