
JUARAMEDIA, LEBAK — Bupati Lebak memerintahkan Sekda untuk memanggil Kepala Inspektorat menyusul dugaan penganiayaan terhadap seorang Office Boy (OB) bernama Edo. Kasus ini memantik perhatian publik setelah korban mengaku mendapat kekerasan verbal dan fisik hingga memilih mundur.
“Pak Bupati memerintahkan saya untuk memanggil Inspektur, namun yang bersangkutan sedang dalam kondisi sakit,” ujar Halson saat dikonfirmasi, Selasa (18/11/2025).
Kasus ini mencuat setelah Edo (25), tenaga honorer di Inspektorat, mengaku menjadi korban kekerasan verbal dan fisik oleh atasannya sendiri. Insiden tersebut membuatnya memilih mundur dari pekerjaan yang sudah dijalaninya.
Edo menyebut dirinya dibentak, disebut tidak pantas berseragam pegawai, hingga melihat Inspektur meluapkan emosi dengan menendang tong sampah. Ia mengaku tidak sanggup lagi bekerja dalam situasi yang dianggapnya tidak aman dan nyaman .
Kasus ini kini menjadi perhatian pemda. Pemerintah Kabupaten Lebak disebut tengah menelusuri kebenaran dugaan kekerasan tersebut sambil menunggu klarifikasi resmi dari Inspektur.
Publik pun menyoroti isu ini sebagai cerminan pentingnya etika pejabat dalam membina dan berinteraksi dengan bawahan
Sementara itu, Vidia Indra Sekertaris Inspektorat Kabupaten Lebak mengaku kesalah pahaman, Inspektur dengan OB tersebut, telah di selesaikan musyawarah.
” Pak Inspektur telah datang ke yang bersangkutan dan orang tuanya.” kilahnya.
Vidia juga membantah, Inspektur saat emosi melakukan penentangan dibawah puser atau penganiayaan .
” Hoak itu mah” katanya.(cupek)