Demo Pembela Pendidikan di Kantor Gubernur Banten  : ” SPMB Gelap, Harapan Guru Redup”

admin
4 Jul 2025 14:41
2 menit membaca

Caption : Demo Solidaritas Pembela Pendidikan di Kantor Gubernur Banten  

JUARAMEDIA, SERANG — Ratusan guru, mahasiswa, dan warga yang tergabung dalam Solidaritas Pembela Pendidikan Banten (SP2B) mengamuk secara damai di depan Pendopo Gubernur Banten, Kamis (3/7/2025).

Mereka menumpahkan kekecewaan mendalam terhadap Pemerintah Provinsi Banten yang dinilai cuek dan lalai mengurus nasib para pendidik.

Tajeri, koordinator aksi, menuding pemerintah sengaja membiarkan Tunjangan Tugas Tambahan (Tuta) guru macet selama enam bulan, sejak Januari 2025.

“Apa kami harus mogok mengajar dulu supaya didengar? Enam bulan kami kerja tambahan tanpa dibayar. Ini penindasan, bukan sekadar keterlambatan administrasi,” kecamnya lantang.

Masalah tak berhenti di situ. Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang gelap tanpa transparansi, membuat banyak orang tua dan siswa frustrasi.

Daftar peringkat, nilai batas kelulusan, hingga dokumen zonasi ditutup rapat-rapat, memunculkan dugaan praktik kotor.

Sementara itu, nasib Calon Pengawas (Cawas) yang sudah lolos seleksi pun terlunta-lunta, tak kunjung dilantik tanpa penjelasan pasti. Padahal, masa depan pengawasan mutu sekolah di Banten bergantung pada mereka.

Muhammad Abdullah, Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Banten, menyindir keras:

 “Kalau guru terus ditekan, dimiskinkan, bagaimana mau mencetak generasi cerdas? Jangan bunuh semangat mereka mengajar. Jangan sampai nanti kelas-kelas kosong karena guru hilang harapan.”

Para guru juga menuntut keadilan Tunjangan Kinerja (Tukin) yang selama ini hanya basa-basi perbaikan, tanpa benar-benar mengangkat kesejahteraan mereka.

” Aksi ini jadi peringatan keras: jika hak-hak guru terus diabaikan, maka kualitas pendidikan Banten akan jatuh bebas, menimbulkan kerugian besar bagi anak-anak Banten sendiri.” pungkas Abdullah . (jm)

 

Redaksi
Author: Redaksi

Referensi Berita Terpercaya