Pembangunan Pamsimas di Musim Kemarau Dinilai Tepat Sasaran

Muhamad Mubin Wibawa
7 Sep 2020 14:21
Kabar Desa 0 120
2 menit membaca

Caption : Sejumlah pegawai pelaksana kegiatan pembangunan PAMSIMAS tengah menguji mata air yang dihasilkan melalui pengeboran satelit.

JUARAMEDIA LEBAK – Kepala Desa Padasuka, Kecamatan Warunggunung, Irawati menyebutkan jika pembangunan Program Nasional Penyediaan Air Minum (PAMSIMAS) pada musim kemarau yang diberikan Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataaan Ruang (DPUPR) setempat, dinilai tepat sasaran. Sebab, kondisi kemarau warga membutuhkan pasokan air bersih.

“Saya bersyukur bantuan pembangunan PAMSIMAS yang diberikan Pemkab Lebak melalui DPUPR proses pengerjaannya hampir rampung,” ujar Irawati saat ditemui di lokasi pembangunan, Selasa (7/9/2020).

Menurutnya, PAMSIMAS merupakan salah satu kebutuhan yang paling mendasar di Desa Padasuka. Mengingat, di Tahun 2020 ini banyak usulan dari setiap RT/RW yang membutuhkan pompa sarana air bersih tersebut.

“Setelah proses pengerjaannya rampung, tentu manfaatnya tidak hanya akan dirasakan oleh warga RT setempat saja. Tapi, kami memperbolehkan air bersih tersebut diambil. Meski, bukan masyarakat di RT tersebut (warga luar-red),” ujarnya.

Dia berharap, kedepan Tahun 2021 bantuan PAMSIMAS akan diberikan kembali oleh Pemkab Lebak melalui DPUPR. Mengingat, masih banyaknya dibeberapa RT membutuhkan bantuan tersebut. Kemudian disinggung soal RT mana yang kebutuhannya sangat mendesak pihaknya mengaku jika kebutuhan yang perlu dipriorotaskan, yakni RT 26.

“Pengerjaan ini sudah berlangsung selama 45 hari, dengan jumlah pekerja yang terhitung sebanyak 18 orang. Kemudian, mesin pengeborannya menggunakan mesin merek Pranklyn dengan kapasitas 1,5 Paard Kracht atau PK,” ungkapnya.

Sementara Pimpinan Proyek PAMSIMAS di Desa Padasuka, Jayamudi menjelaskan bahwa rencana penyaluran air ditargetkan, dapat didistribusikan ke 50 rumah atau 130 KK saluran instalasinya.

“Setelah pengerjaan rampung dan komdisi air sudah bersih baru kami memperbolehkan air tersebut dikonsumsi dan dipergunakan untuk membersihkan badan dan keperluan lainnya,” ujarnya.

Jayamudi berharap, hasil pengeborannya sumber mata air yang keluar dari mesin tersebut, jernih dan tidak dangkal. (ika/ding).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *