Pelaku Usaha Jamur Tiram di Lebak Tumbuhkan Ekonomi Warga

Kades Desa Sukamekarsari, Abdulrahman

Penulis :Arya |Editor :Budy 

JUARAMEDIA.COM LEBAK – Pelaku usaha budi daya jamur tiram di Kabupaten Lebak dapat menumbuhkan ekonomi masyarakat pedesaan sehingga mampu mengatasi urbanisasi ke luar daerah.

“Kita mengapresiasi pelaku usaha jamur tiram di sini berkembang dan menyerap tenaga kerja lokal,” kata Kepala Desa (Kades) Desa Sukamekarsari, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, Abdulrahman, di Lebak, Jum’at (10/04/2020).

Perguliran ekonomi melalui usaha budi daya jamur tiram berawal adanya penyaluran dana stimulus sebesar Rp100 juta untuk kelompok usaha ekonomi masyarakat (UEM) setempat.

Dimana dana stimulus tersebut sebagai perangsang kepada masyarakat agar mengembangkan usaha budi daya jamur tiram.

Pelaku usaha jamur tiram itu berawal sembilan kelompok, namun kini tumbuh dan berkembang sehingga menjadikan andalan ekonomi masyarakat pedesaan.

Bahkan, usaha mereka tersebut dikelola oleh BUMDes dengan menyertakan modal Rp170 juta dari Dana Desa (DD) awal tahun 2020 dan kini bergulir untuk penyaluran kelompok baru.

“Kami optimistis usaha jamur tiram bisa menjadikan klaster usaha ekonomi masyarakat di sini dan mampu mengatasi urbanisasi juga kemiskinan dan pengangguran,” imbuhnya.

Menurut dia, berkembangnya kelompok usaha jamur tiram kini tingkat kemiskinan menurun, bahkan data penduduk Desa Sukamekarsari sebanyak l 741 KK, namun jumlah warga miskin 602 KK.

Pihaknya mengembangkan kelompok usaha jamur tiram karena cepat menghasilkan uang karena pangsa pasar cukup luas dan saat ini, produksi jamur tiram dapat memenuhi permintaan pasar dari luar daerah, seperti Rangkasbitung, Pandeglang, Serang dan Tangerang.

Mereka kelompok bisa memasok jamur tiram 200-300 kilogram/hari dan pendapatan ekonomi mereka meningkat.

Saat ini, harga jamur tiram di pasaran sebesar Rp 10 ribu per kg, sehingga kelompok usaha bisa menghasilkan pendapatan Rp2 sampai Rp3 juta/hari.

“Kami meminta kelompok usaha budidaya jamur tiram agar ditingkatkan produksinya. Sebab permintaan pasar cukup tinggi,” katanya.

Sementara itu, Toto, seorang pembudidaya jamur tiram warga Desa Sukamekarsari Kecamatan Kalanganyar Kabupaten Lebak mengatakan, produksi jamur tiram memiliki kelebihan, selain rasanya enak juga beraroma juga pemasarannya begitu mudah dan pangsa pasar siap menampung hasil budi daya jamur itu.

Saat ini, kata dia, perajin budi daya jamur tiram binaanya puluhan kelompok dan menyerap tenaga kerja sebanyak 111 orang, dengan keuntungan Rp30 juta, dan jika dirata-rata keuntungan Rp1 juta per kelompok.

“Saya optimistis usaha budi daya jamur tiran yang dikelola BUMDes dapat mendongkrak ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *