Dua Balon Kades Rangkasbitung Timur Akan “Ontrog“ Kantor DPMD Lebak

Redaksi - JuaraMedia
30 Sep 2019 12:54
Lebak 0 118
2 menit membaca

Foto : Iwan balonkades yang tak lolos seleksi (baju hitam)

LEBAK – Dua bakal calon kepala desa (Kades) Rangkasbitung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak yang tak lolos seleksi H Yanto dan Iwan akan mendatangi kantor DPMD Kabupaten setempat.

Kedatangan mereka akan meminta penjelasan terkait hasil seleksi calon kepala desa di desa tersebut. Mereka juga mengancam akan mengerahkan masa, jika pihak panitia terbukti curang dan tak obyektif dalam memberikan penilaian hasil seleksi.

Karena itu kata keduanya, Bupati diminta untuk menunda pelaksanaan Pilkades Rangkasbitung Timur. Sebab dalam seleksi calon kadesnya, pihak panitia diduga tak obyektif dalam memberikan penilaian.

“Masa sekelas pak H Yanto, yang notabene seorang perwira polisi dan mempunyai pengalaman sebagai kepala desa, bisa tak lolos seleksi kan aneh?. Soal pengetahuan umum atau tentang undang undang tentunya beliau tak perlu diragukan lagi kemampuanya. Kok bisa panitia tak meloloskan, ada apa ?,“ ujar Iwan yang juga Cakades Rangkasbitung Timur yang tak lolos seleksi di Rangkasbitung, Senin (30/9) .

Karena itu kata Iwan, pihaknya bersama H Yanto rencananya akan mendatangi kantor DPMD Kabupaten Lebak, untuk meminta penjelasan dan melihat sejauh mana hasil atau score test keduanya.

“Kami ingin tau score dari fase fase hasil test yang kami jalani selama mengikuti seleksi. Sebab, kami disini menduga ada ketidak terbukaan pihak panitia, baik dari mulai Desa , Kecamatan hingga Kabupaten,” katanya.

Hal senada dikatakan H Yanto calon kepala desa Rangkassbitung yang tak lolos seleksi juga. Menurutnya, ia mencium adanya kejanggalan dari pihak panitia seleksi. Salah satu contoh, sambung Yanto dirinya masih menjalani test, tapi surat undangan deklarasi untuk kades yang lolos sudah tersebar.

Bahkan, selain itu kata Yanto, pihaknya juga atas saran pihak panitia untuk melaporkan adanya dugaan kecurangan yang dilakukan salah satu calon kades Rangkasbitung Timur, yang dalam kampanye terselubungnya mengitimidasi masyarakat. Sejauh ini laporanya sambung Yanto tak digubris dan ada tindakan lebih lanjut.

“Bukti laporan berupa video kita telah lampirkan, tapi tidak ada tindak lanjutnya dari panitia. Buktinya calon itu kini dinyatakan lulus. Padahal yang bersangkutan diduga melakukan kecurangan melakukan kampanye terselubung,“ katanya.

Ketidak fairan panitia juga menuai reaksi dari anggotanya. Tiga anggota panitia desa, yakni Jajang, Maulidin dan Ahmad Gabir Rifai menyatakan mengundurkan diri dan Walk Out ketika melaksanakan rapat pleno.

“Kami melihat ada ketidak fairan panitia, karena itu kami walk out ketika sedang pleno. Kami juga tak menandatangani hasil pleno penentuan calon yang lolos seleksi,” Kilah Ahmad Gabir Rifai. (ujd/yaris)

TIM REDAKSI
Author: TIM REDAKSI

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *