
Caption : Anggota Padepokan Maung Buhun Tengah Berlatih
JUARAMEDIA, LEBAK — Padepokan Maung Buhun menjadi salah satu ruang bagi generasi muda di Kabupaten Lebak untuk mengenal dan mempelajari seni pencak silat warisan leluhur.
Di tengah perkembangan zaman, padepokan yang berada di lingkungan Dipariuk Masjid, RT/RW 04, itu kini membina sekitar 55 anak melalui latihan rutin pencak silat.
Ketua Padepokan Maung Buhun, Yatna Supriatna, mengatakan keberadaan padepokan tersebut tidak hanya menjadi tempat latihan bela diri, tetapi juga bagian dari upaya mempertahankan seni dan budaya pencak silat yang diwariskan para leluhur.
Menurut Yatna, perkembangan zaman yang semakin modern menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga keberlangsungan kesenian tradisional. Karena itu, generasi muda perlu diberikan ruang untuk mengenal sekaligus mempraktikkan seni pencak silat.
“Tujuannya mempertahankan seni dan budaya pencak silat leluhur serta melestarikan seni pencak silat,” ujar Yatna.
Saat ini, kata dia, sekitar 55 anak telah mengikuti latihan di Padepokan Maung Buhun. Mereka mendapatkan pembinaan melalui kegiatan latihan yang dilakukan secara rutin.
Selain melatih kemampuan pencak silat, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana bagi anak-anak untuk mengenal nilai-nilai budaya yang terkandung dalam seni bela diri tradisional.
Hal senada disampaikan Iponk, yang bertugas sebagai biro keanggotaan Padepokan Maung Buhun. Ia mengatakan kegiatan latihan dilakukan secara rutin dua kali dalam sepekan.
“Jadwal latihannya malam Kamis dan Minggu,” kata Iponk, Senin (28/9/2026).
Menurutnya, antusiasme anak-anak untuk mengikuti latihan menjadi salah satu modal penting dalam menjaga keberadaan pencak silat di tengah perubahan zaman.
Padepokan Maung Buhun pun terus membuka ruang bagi generasi muda untuk mengenal seni pencak silat. Dengan pembinaan yang dilakukan secara rutin, seni bela diri tradisional tersebut diharapkan tetap memiliki penerus dan tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
Bagi Padepokan Maung Buhun, mempertahankan pencak silat bukan sekadar menjaga kemampuan bela diri, tetapi juga merawat warisan budaya leluhur agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi berikutnya.(*)