“Sidang Paripurna Ini Sakral”, Dewan Lebak Walk Out karena Bupati-Wabup Tak Hadir

Yayat - JuaraMedia
28 Sep 2026 14:30
DPRD Lebak 0 79
3 menit membaca

Caption : Anggota DPRD Lebak

JUARAMEDIA, LEBAK — “Sidang paripurna ini sakral,” ujar Anggota DPRD Lebak dari Fraksi PDI Perjuangan, Agus Ider Alamsyah, saat sejumlah anggota dewan memilih walk out dari ruang sidang setelah Bupati dan Wakil Bupati Lebak tidak hadir dalam Rapat Paripurna DPRD Lebak, Senin (28/9/2026).

Meski Sekretaris Daerah (Sekda) Lebak hadir mewakili pihak eksekutif, minimnya kehadiran jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) menjadi sorotan anggota DPRD dalam rapat yang membahas agenda anggaran daerah.

Agus mengatakan, rapat paripurna merupakan forum resmi DPRD yang memiliki agenda penting sehingga semestinya mendapat perhatian serius dari pihak eksekutif.

“Sidang paripurna ini sakral, masa yang hadir dari pihak eksekutif sedikit? Sepertinya lembaga DPRD ini tak dihargai ” ujar Agus.

Menurut Agus, DPRD telah memperoleh penjelasan mengenai alasan ketidakhadiran Bupati dan Wakil Bupati Lebak.

Bupati disebut sedang menghadiri agenda di kementerian berkaitan dengan penandatanganan nota kesepahaman atau kerja sama. Sementara Wakil Bupati disebut menghadiri agenda lainnya.

Namun, Agus menilai setidaknya salah satu dari Bupati atau Wakil Bupati dapat hadir dalam rapat paripurna tersebut.

“Bupati sama Wakil Bupati tidak ada. Minimal salah satu hadir,” katanya.

Agus menegaskan bahwa Sekda Lebak hadir dalam rapat sebagai perwakilan pemerintah daerah. Namun, ia mempertanyakan minimnya kehadiran perangkat daerah lainnya.

Menurutnya, hanya beberapa pejabat OPD yang terlihat hadir dalam forum tersebut.

“Sekda hadir sebagai perwakilan. Tapi dari perangkat pemerintah yang hadir hanya beberapa orang,” ujarnya.

Sementara dari pihak legislatif, Agus menyebut pimpinan DPRD hadir dan mayoritas anggota DPRD mengikuti rapat. Beberapa anggota yang tidak hadir disebut memiliki keterangan izin.

Kondisi tersebut kemudian menjadi salah satu alasan sejumlah anggota DPRD memilih meninggalkan ruang sidang atau walk out.

Rapat paripurna akhirnya tidak dilanjutkan dan dijadwalkan kembali pada Kamis.

Sorotan mengenai ketidakhadiran Bupati dan Wakil Bupati juga disampaikan Anggota DPRD Lebak dari Fraksi NasDem, Medi Juanda.

Medi mengatakan rapat paripurna yang membahas rancangan anggaran daerah merupakan agenda penting karena berkaitan dengan pendapatan dan belanja daerah untuk tahun anggaran 2027.

Menurutnya, kehadiran Bupati atau Wakil Bupati diperlukan dalam pembahasan tersebut agar komunikasi antara eksekutif dan legislatif dapat berjalan secara maksimal.

“Untuk membahas rancangan ini, sebaiknya minimal Pak Bupati atau Wakil Bupati hadir,” kata Medi.

Ia juga menyoroti terbatasnya kehadiran OPD dalam rapat tersebut. Medi menyebut hanya sekitar lima hingga enam bagian dari perangkat daerah yang hadir.

“Ini uang rakyat Kabupaten Lebak. Mari kita dengan Pak Bupati sering bersinergi. Ayo kita sama-sama membangun Kabupaten Lebak,” ujarnya.

Medi berharap pembahasan rancangan anggaran 2027 nantinya benar-benar diarahkan pada kepentingan masyarakat.

Menurutnya, program dan rencana anggaran yang disusun pemerintah bersama DPRD harus memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Lebak.

Setelah rapat tidak dapat dilanjutkan, agenda paripurna kemudian dijadwalkan kembali pada Kamis.

Medi mengatakan pihaknya menghargai keputusan untuk menunda rapat tersebut dan berharap Bupati maupun Wakil Bupati dapat hadir pada agenda berikutnya.

“Ini ditunda sampai hari Kamis. Semoga Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati bisa hadir,” katanya.

Penundaan tersebut membuat pembahasan agenda anggaran daerah belum dapat dilanjutkan pada rapat Senin.

Sekda Lebak tetap hadir dalam rapat sebagai perwakilan pemerintah daerah. Sementara alasan ketidakhadiran Bupati dan Wakil Bupati telah disampaikan kepada pihak DPRD. (*)

 

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi