Detik-Detik Penutupan Open Bidding Sekda Lebak, Tiga Birokrat Senior Internal Pemkab Berebut Kursi

Yayat - JuaraMedia
11 Jun 2026 15:31
Daerah 0 126
3 menit membaca

Caption : Tiga Pejabat Senior Pemkab Lebak, yang Ikut Open Bidding 

JUARAMEDIA, LEBAK – Menjelang detik-detik penutupan pendaftaran seleksi terbuka (open bidding) Jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lebak, persaingan menuju kursi birokrasi tertinggi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lebak semakin menarik perhatian. Hingga Kamis (11/6/2026), tercatat delapan pejabat telah mendaftarkan diri, termasuk tiga birokrat senior internal Pemkab Lebak yang memiliki rekam jejak panjang dalam pemerintahan.

Ketiga pejabat tersebut yakni Penjabat (Pj) Sekda Lebak Halson Nainggolan, Asisten Daerah (Asda) I Setda Lebak Alkadri, dan Inspektur Kabupaten Lebak Rusito. Kehadiran ketiga nama tersebut membuat bursa calon Sekda Lebak semakin kompetitif mengingat pengalaman dan posisi strategis yang pernah mereka emban selama berkarier di birokrasi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKPSDM Kabupaten Lebak, Fakhri, mengatakan hingga hari terakhir pendaftaran jumlah peserta yang masuk dalam sistem masih delapan orang. Pendaftaran sendiri akan ditutup pada Kamis malam melalui sistem daring.

“Sampai hari terakhir ini masih delapan orang yang daftar. Pendaftaran akan ditutup pukul 23.59 WIB by sistem,” kata Fakhri, melalui sambungan telepon,Kamis (11/6/2026).

Dari tiga kandidat internal, Halson Nainggolan tercatat sebagai birokrat paling senior. Alumni Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) tahun 1991 itu kini menjabat sebagai Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) sekaligus Pj Sekda Lebak.

Sepanjang kariernya, Halson pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, di antaranya Kepala Kantor Diklat, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Inspektur Inspektorat Kabupaten Lebak, hingga Kepala BKAD. Di kalangan ASN, ia dikenal sebagai sosok yang low profile dan mampu menjalin komunikasi dengan berbagai pihak.

Sementara itu, Alkadri merupakan lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tahun 1994. Ia memiliki pengalaman panjang di berbagai sektor pemerintahan, mulai dari Camat Leuwidamar, Kabag Humas Setda Lebak, Kepala Dinas Perhubungan, hingga Kepala Dinas Lingkungan Hidup.

Adapun Rusito, yang juga merupakan alumni IPDN tahun 1994, pernah dipercaya menduduki sejumlah jabatan penting seperti Camat Cigemblong, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) yang kini menjadi BKPSDM, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD). Saat ini ia menjabat sebagai Inspektur Kabupaten Lebak.

Fakhri menjelaskan, setelah tahapan pendaftaran berakhir, Panitia Seleksi (Pansel) akan melakukan seleksi administrasi terhadap seluruh peserta. Hasil seleksi administrasi dijadwalkan diumumkan pada 15 Juni 2026.

Tahapan berikutnya meliputi penelusuran rekam jejak, uji kompetensi melalui assessment center, serta presentasi gagasan dan makalah yang akan dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Selanjutnya kita lakukan rekam jejak, uji kompetensi atau assessment center. Kemudian presentasi uji gagasan atau makalah. Pelaksanaannya di BKN,” ujarnya.

Seleksi terbuka Sekda Lebak menjadi salah satu agenda penting dalam pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemkab Lebak. Jabatan Sekda memiliki peran sentral sebagai koordinator penyelenggaraan pemerintahan daerah sekaligus penghubung antara kepala daerah dengan seluruh perangkat daerah.

Karena itu, proses seleksi yang transparan, kompetitif, dan berbasis merit system diharapkan mampu menghasilkan figur terbaik yang dapat memperkuat kinerja birokrasi serta mendukung pelaksanaan program pembangunan Kabupaten Lebak ke depan. (*)