Turun ke Sawah, Bupati Hasbi Genjot Produksi Padi Lebak Demi Kedaulatan Pangan Nasional

Yayat - JuaraMedia
2 Jun 2026 15:37
Daerah 0 62
4 menit membaca

Caption : Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya ketika melakukan penanaman padi varietas unggul PS 08

JUARAMEDIA, LEBAK – Bupati Lebak Moch Hasbi Asyidiki Jayabaya turun langsung ke sawah bersama petani dalam kegiatan penanaman padi varietas unggul PS 08 di Desa Kolelet Wetan, Kecamatan Rangkasbitung, Selasa (2/6/2026).

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Lebak memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung program kedaulatan pangan nasional melalui peningkatan produktivitas pertanian yang ditargetkan mencapai 8,7 ton per hektare.

Kegiatan penanaman benih padi tersebut merupakan bagian dari Program Kedaulatan Pangan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Lebak, Yayasan Bhakti Bela Negara, dan Dinas Pertanian Kabupaten Lebak.

Hadir dalam kegiatan itu Wakil Ketua Dewan Pengurus Nasional Bidang Ketahanan Pangan Yayasan Bhakti Bela Negara Mayor Jenderal TNI (Purn) Tri Martono, unsur Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, penyuluh pertanian, kelompok tani, serta sejumlah pemangku kepentingan sektor pertanian.

Dalam sambutannya, Bupati Hasbi menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan ketahanan pangan nasional membutuhkan kerja sama seluruh elemen, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah hingga masyarakat.

“Alhamdulillah, hari ini kita bisa mewujudkan cita-cita besar bangsa untuk ketahanan pangan nasional. Kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dukungan langsung dari Yayasan Bhakti Bela Negara menjadi kekuatan besar dalam membangun sektor pertanian,” kata Hasbi.

Menurutnya, Kabupaten Lebak memiliki peran strategis sebagai daerah penyangga kawasan aglomerasi Jakarta yang harus mampu berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan pangan nasional. Karena itu, sektor pertanian menjadi salah satu fokus pembangunan daerah selain infrastruktur dan pelayanan publik.

“Saya selalu menyampaikan, selamat datang di Kabupaten Lebak, kabupaten yang sedang memperbaiki diri. Di bawah kepemimpinan yang masih muda, kami terus berupaya memperbaiki berbagai sektor, mulai dari infrastruktur jalan hingga ketahanan pangan. Sebagai daerah yang dekat dengan DKI Jakarta, Lebak harus mampu berkontribusi besar terhadap cita-cita bangsa dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Hasbi juga mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memperkuat sinergi dan semangat gotong royong dalam menjalankan berbagai program pembangunan.

“Saya ingin mewujudkan pemerintahan yang bekerja bersama. Tugas satu OPD dengan OPD lainnya saling berkaitan. Karena itu, semangat gotong royong harus terus dibangun agar program pembangunan berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pengurus Nasional Bidang Ketahanan Pangan Yayasan Bhakti Bela Negara, Mayjen TNI (Purn) Tri Martono, menilai kegiatan tersebut bukan sekadar penanaman padi, melainkan bentuk nyata dukungan terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Hari ini bukan sekadar menanam padi. Ini merupakan simbol dukungan terhadap program pemerintah yang sedang gencar meningkatkan produksi pangan nasional, menyejahterakan petani, menstabilkan harga pangan, dan pada akhirnya menciptakan kedaulatan pangan nasional,” ujarnya.

Tri Martono mengapresiasi komitmen Bupati Lebak yang hadir langsung di tengah petani dan ikut turun ke sawah. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan perhatian besar pemerintah daerah terhadap kesejahteraan petani dan kemajuan sektor pertanian.

“Atas nama Yayasan Bhakti Bela Negara, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati yang hadir langsung bersama para petani bahkan ikut turun ke sawah. Ini menunjukkan kepedulian yang sangat besar terhadap para petani di Kabupaten Lebak,” katanya.

Ia juga berpesan kepada para petani agar merawat tanaman padi dengan baik sehingga hasil panen dapat maksimal dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar.

“Jika panennya berhasil, maka akan meningkatkan kesejahteraan petani, menjaga stabilitas pangan daerah, sekaligus mendukung pengendalian inflasi,” tambahnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan hasil kolaborasi yang bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian melalui penggunaan varietas unggul.

Rahmat mengungkapkan, demplot padi PS 08 yang ditanam kali ini memiliki luas mencapai 10 hektare. Luasan tersebut menjadi salah satu demplot terbesar yang pernah dilakukan di Kabupaten Lebak.

“Biasanya demplot hanya satu hingga dua hektare, tetapi kali ini mencapai 10 hektare sesuai harapan bersama untuk mendorong peningkatan produksi pertanian di Kabupaten Lebak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, luas lahan sawah di Kecamatan Rangkasbitung mencapai sekitar 1.228 hektare, sedangkan di Desa Kolelet terdapat sekitar 108 hektare sawah. Saat ini kelompok tani yang terlibat dalam program tersebut mengelola sekitar 28 hektare lahan pertanian.

Menurut Rahmat, penggunaan varietas unggul PS 08 diyakini mampu meningkatkan hasil panen secara signifikan dibandingkan varietas yang selama ini digunakan petani.

“Selama ini produktivitas di Desa Kolelet berkisar antara 6,3 hingga 7 ton per hektare. Dengan varietas PS 08, kami berharap hasil panen dapat meningkat hingga sekitar 8,7 ton per hektare. Jika target ini tercapai, maka pendapatan petani juga akan meningkat dan posisi Kabupaten Lebak sebagai lumbung pangan Provinsi Banten akan semakin kuat,” jelasnya.

Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Lebak berharap produktivitas pertanian terus meningkat sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan daerah, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendukung target kedaulatan pangan nasional yang tengah menjadi fokus pemerintah. (*)

 

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi