Kapolres Lebak Beberkan Tantangan Pengamanan: Personel Minim, Wilayah Luas, Aduan Membludak

Yayat - JuaraMedia
7 Mei 2026 16:12
3 menit membaca

Caption : AKBP Herfio Zaki Kapolres Lebak ketika menerima silaturahmi jajaran pengurus PWI Lebak 

JUARAMEDIA, LEBAK – Kapolres Lebak AKBP Herfio Zaki mengungkap berbagai tantangan yang dihadapi jajarannya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Lebak. Keterbatasan jumlah personel, luasnya wilayah, hingga tingginya aduan masyarakat menjadi pekerjaan rumah yang harus dihadapi Polres Lebak setiap hari.

Hal itu disampaikan Herfio saat menerima silaturahmi jajaran Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lebak di ruang kerjanya, Kamis (7/5/2026).

Menurutnya, dengan jumlah sekitar 780 personel yang dimiliki Polres Lebak saat ini, pengawasan dan pelayanan kepada masyarakat belum sepenuhnya ideal untuk menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Lebak yang dikenal memiliki area sangat luas.

“Kurang lebih ada 780 anggota di Lebak. Dengan jumlah itu, saya rasa masih kurang untuk meng-cover semua wilayah. Ada Polsek yang personelnya hanya sekitar 12 orang untuk satu kecamatan,” ujar Herfio.

Ia menjelaskan, pejabat utama di lingkungan Polres memiliki tugas melakukan pengawasan terhadap anggota di lapangan. Namun, pengawasan tidak mungkin dilakukan selama 24 jam penuh.

“Kami tidak bisa 24 jam mengawasi anggota di lapangan. Saya juga tidak selalu bisa mengetahui tindak tanduk mereka. Makanya kami butuh informasi dari masyarakat,” katanya.

Kapolres mengatakan, informasi yang dibutuhkan tidak hanya terkait tindak kriminal atau pelanggaran hukum, tetapi juga berbagai persoalan sosial dan kondisi masyarakat di lapangan.

“Kadang ada laporan kriminalitas, pelanggaran, bahkan ada warga sakit atau persoalan sosial lainnya juga masuk ke saya. Tidak apa-apa, berarti masyarakat percaya,” ujarnya.

Sebagai bentuk keterbukaan, Herfio mengaku membuka akses pengaduan publik melalui akun media sosial pribadinya yang bisa diakses masyarakat umum.

“Saya punya media sosial yang dibuka untuk umum. Aduan apa pun bisa masuk setiap hari. Kadang saya cek sendiri malam hari setelah pulang kantor,” katanya.

Ia menilai keterlibatan masyarakat sangat penting dalam membantu kepolisian menjaga kondusivitas wilayah, mengingat keterbatasan sarana, prasarana, dan personel yang ada.

“Kami ingin anggota bergerak cepat kalau ada kejadian, tapi tentu fasilitas juga terbatas. Kami bukan Tuhan, bukan malaikat yang bisa sempurna, tapi kami berusaha semaksimal mungkin melayani masyarakat,” tegasnya.

Meski menghadapi berbagai keterbatasan, Herfio bersyukur situasi keamanan di Kabupaten Lebak relatif kondusif dibanding sejumlah daerah lain.

“Alhamdulillah beberapa waktu lalu saat daerah lain ramai aksi demo, Lebak tetap kondusif. Ini bukan kerja Kapolres saja, tapi hasil kerja bersama seluruh elemen,” ucapnya.

Ia pun meminta dukungan semua pihak, termasuk insan pers, untuk terus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah Lebak.

“Saya tidak bisa bekerja sendiri. Kapolres akan kuat kalau didukung anggota, masyarakat, dan semua stakeholder,” katanya.

Sementara itu, jajaran PWI Lebak menyampaikan komitmennya mendukung pemberitaan yang berimbang dan menjaga iklim informasi yang sehat di daerah.

H Ahya Penasihat PWI Lebak menegaskan bahwa wartawan juga memiliki kewajiban mematuhi kode etik jurnalistik dalam menjalankan tugas.

“Berita harus seimbang. Kalau tidak seimbang, wartawan juga ada sanksi. Kami rutin melakukan pembinaan kode etik setiap bulan,” ujarnya

Pertemuan tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi antara Polres Lebak dan insan pers dalam menjaga kondusivitas wilayah serta penyampaian informasi publik yang akurat dan berimbang. (*)

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi