
Caption : Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya Hadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Kepegawaian Wilayah Kerja Kanreg III BKN Tahun 2025, yang digelar di Techno Park, Kota Cimahi, Jawa Barat, Kamis (9/10/2025)
JUARAMEDIA, CIMAHI – Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya menegaskan bahwa reformasi birokrasi berbasis digital menjadi keniscayaan yang tidak bisa ditunda. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Kepegawaian Wilayah Kerja Kanreg III BKN Tahun 2025, yang digelar di Techno Park, Kota Cimahi, Jawa Barat, Kamis (9/10/2025).
Rakor yang mengusung tema “Percepatan Implementasi Manajemen Talenta dan Transformasi Digitalisasi Manajemen ASN” ini dihadiri oleh Kepala BKN Prof. Zudan Arif Fakrulloh, Sekda Provinsi Jawa Barat, serta para kepala BKPSDM se-Jawa Barat dan Banten.
Dalam arahannya, Kepala BKN mengajak seluruh kepala daerah mempercepat penerapan manajemen talenta ASN dan digitalisasi sistem kepegawaian agar tercipta aparatur yang profesional, adaptif, dan bebas intervensi politik.
“Kita ingin ASN menjadi sosok responsif, adaptif, bebas korupsi, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan pelayanan publik yang efisien,” ujar Prof. Zudan Arif.
Ia menjelaskan bahwa manajemen talenta ASN tidak sekadar menilai kompetensi teknis, melainkan juga memperhatikan passion dan kapasitas individu, sehingga penempatan pejabat bisa lebih tepat sasaran dan berbasis merit.
Menanggapi hal itu, Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan transformasi digital di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lebak.
“Kami berkomitmen membangun ASN yang berintegritas, profesional, dan melek digital. Reformasi birokrasi tidak bisa ditunda jika kita ingin pelayanan publik makin cepat dan bersih dari praktik korupsi,” tegas Hasbi.
Hasbi menilai, penerapan manajemen talenta dan sistem digital terintegrasi akan mempercepat terciptanya birokrasi modern yang transparan dan berorientasi pada hasil.
Selain menjadi forum koordinasi, kehadiran Bupati Lebak dalam Rakor tersebut juga menjadi sinyal politik kuat bahwa Kabupaten Lebak siap beradaptasi dengan era pemerintahan digital nasional, sejalan dengan visi Presiden untuk memperkuat transformasi birokrasi berbasis teknologi.
Dengan langkah ini, Lebak diharapkan menjadi salah satu daerah yang lebih siap menghadapi perubahan zaman—membangun ASN yang responsif, adaptif, dan berintegritas tinggi. (cupek)