
Caption : Ilustrasi
JUARAMEDIA, LEBAK – Perseteruan antara Kepala SMAN 1 Cileles dengan Ormas Badak Banten Perjuangan (BBP) berbuntut panjang. Konflik yang semula hanya soal komunikasi kini melebar ke isu serius, hingga muncul desakan agar kepala sekolah segera dimutasi.
Desakan itu ditegaskan oleh Kepala Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Lebak, Gugun Nugraha, setelah menghadiri audiensi antara pihak sekolah dengan BBP pada Senin (30/9/2025).
“Saya sudah buatkan surat usulan agar Kepsek SMAN 1 Cileles diganti. Kehadiran saya dalam audiensi hanya sebatas penengah, alhamdulillah hasilnya clear and clean,” ujar Gugun, Kamis (2/10/2025) di Rangkasbitung.
Demo Batal, Tuntutan Tetap Jalan
Sebelumnya, BBP berencana menggelar aksi unjuk rasa di depan gerbang SMAN 1 Cileles pada Rabu (1/10/2025). Massa diperkirakan mencapai 150 orang. Namun, aksi itu mendadak batal.
Ketua DPP BPP, H. Eli Sahroni, menyebut keputusan itu diambil karena sekolah dianggap tempat belajar yang tidak pantas dijadikan lokasi demo.
“Kami pilih audiensi, bukan demo. Tapi tuntutan kami jelas, kepala sekolah harus dimutasi,” tegas Eli.
Isu Dana BOS Ikut Mencuat
Selain persoalan komunikasi, BBP juga menuding sang kepala sekolah melakukan pelanggaran etik dan dugaan penyalahgunaan dana BOS.
Dalam surat resmi tertanggal 27 September 2025, Ketua DPC BPP Lebak, Dede Kodir, menuding dana BOS yang seharusnya digunakan untuk kepentingan siswa justru dijadikan lahan basah oleh oknum tidak bertanggung jawab.
“Dana yang seharusnya untuk meringankan beban siswa, malah diselewengkan,” ujar Eli pada Minggu (28/9/2025).
Publik Menanti Tindakan Tegas
Kasus ini menambah panjang daftar kelam dugaan penyalahgunaan anggaran pendidikan di Kabupaten Lebak. Publik kini menanti sikap tegas Dinas Pendidikan Provinsi Banten maupun aparat penegak hukum agar transparansi penggunaan dana BOS benar-benar ditegakkan.
Apakah kasus ini akan berakhir hanya dengan mutasi jabatan atau justru masuk ranah hukum, kini menjadi sorotan publik di Lebak. (jm)