Viral di Media Sosial, Perkelahian Pelajar Berbahasa Sunda, KDM Sebut Bukan Terjadi di Jawa Barat, Tapi di Lebak 

admin
5 Agu 2025 10:25
2 menit membaca

Caption : Kelompok Pelajar yang berkelahi

JUARAMEDIA, LEBAK – Sebuah video perkelahian antar pelajar yang menggunakan bahasa Sunda viral di media sosial. Aksi brutal yang melibatkan dua kelompok pelajar itu menuai kekhawatiran publik, terutama warga Jawa Barat, karena disangka terjadi di wilayah tersebut.

Meski demikian tak ketahui kapan dan dimana lokasi perkelahian tersebut terjadi?

“Setelah saya cek, kejadian itu bukan terjadi di Jawa Barat, melainkan perkelahian diduga antara SMKN 1 Karanganyar dan MAN Lebak Banten,” ujar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) dalam pernyataan resmi melalui medsos, Selasa (5/8/2025)

Ia juga menyampaikan harapan agar kejadian ini segera tertangani, serta para pelajar yang terlibat mendapatkan pembinaan yang tepat. Salah satu metode yang disarankan adalah model pembinaan ala barak militer, yang telah terbukti efektif diterapkan di Jawa Barat.

 “Di Jawa Barat, pendekatan militer dalam pembinaan pelajar telah membawa banyak perubahan positif,” tambahnya.

Gubernur juga mengingatkan seluruh pelajar Jawa Barat untuk terus belajar dengan tekun. Pemerintah Provinsi Jawa Barat disebut memiliki komitmen besar terhadap dunia pendidikan.

Namun, ia juga mengungkapkan fakta bahwa masih ada tantangan besar dalam hal ketersediaan sekolah negeri.

“Penambahan jumlah siswa paling tinggi terjadi di Kota Bandung, Kota Bekasi, dan Kota Depok. Hal ini karena jumlah lulusan SMP tidak sebanding dengan kapasitas SMA/SMK negeri yang ada.”

Menanggapi hal tersebut, pemerintah Jawa Barat berkomitmen untuk membangun lebih banyak sekolah negeri mulai tahun depan.

 “Tahun 2025 akan kita bangun 15 sekolah baru. Tahun 2026, target kita adalah membangun 50 sekolah negeri baru,” jelasnya. (jm)

Redaksi
Author: Redaksi

Referensi Berita Terpercaya