
Pantang Pulang Sebelum Terang, PT PLN Kerja Keras Nyalakan Listrik di Daerah Bencana.
Reporter /Editor : Ade /Budy
JUARAMEDIA COM LEBAK – PT PLN (Persero) Pasca banjir bandang, dengan selogan pantang pulang sebelum terang,yang terjadi di enam kecamatan yang meluluh lantakan jembatan,rumah dan penerangan yang mengakibatkan kerugian bagi warga yang terkena bencana.
Pada hari Rabu, (01/1/2020) terjadi bencana Banjir Bandang di Kabupaten Lebak yang menimpa 6 (enam) kecamatan yaitu Cipanas, Sajira, Lebak Gedong, Curug Bitung, Maja dan Cimarga yang menyebabkan terjadi kerusakan jalan longsor, jembatan teputus dan amblas serta rumah hancur.
Terjadi Padam Kelistrikan pada daerah tersebut dikarenakan aset PLN berupa Tiang Tegangan Menengah (TM) dan PHBTR serta gardu listrik banyak yang roboh dan tiang patah, hanyut terbawa banjir.
Padam Gardu listrik akibat bencana sebanyak 172 Gardu sebesar 13.280 kVA sebanyak 27.096 Pelanggan. Tim PLN yang terdiri dari gabungan Pegawai dan Mitra Kerja PLN UID Banten sebanyak 29 Tim atau 209 orang berhasil memulihkan kondisi kelistrikan secara bertahap,semalam saja sekitar jam 23.00 Wib berhasil menormalkan 63 gardu dan yang belum terselesaikan sisanya 23 gardu lagi yang masih padam,yang lokasinya susah untuk di jangkau di beberapa titik, dan kemarin melihat tim Recovery di makam jepang,dimana jembatannya putus dan kami para pekerja untuk terus memperbaikinya secara manual, dikarenakan kendala akses jalan yang terputus ataupun berlumpur,”ujar Sumarsono Manager (UP3) Banten Selatan.
Gardu yang padam ini sebesar 4,3% dari total aset gardu PLN Banten Selatan dengan total kerugian aset sebesar ± 2 Milyar belum termasuk kwh yang tidak terjual dari pembangunan konstruksi JTM total 1,5 kms, perbaikan konstruksi SUTM 4 kms, pembangunan gardu 1 dan perbaikan konstruksi JTR
” Per hari Senin (6/1)sisa gardu yang masih padam sebanyak 23 gardu (menyala 70-persen) sebesar 7.890 kVA sebanyak 12.837 pelanggan. Tim PLN saat ini melakukan recovery jaringan distribusi melalui jalur belakang atau melalui gunung luhur dengan memperbaiki SUTM sepanjang 4 km agar listrik bisa disalurkan dari Gardu Induk Bayah melalui penyulang Cihara (Eksisting gardu yang padam disuplai dari GI Rangkasbaru – Penyulaang Cipanas) ditargetkan besok hari Senin, 06 Januari 2020 sudah di menyalakan 63 Gardu sehingga nantinya akan menyisakan 23 gardu yang akan dinyalakan bertahap disesuaikan dengan keamanan kondisi kegiatan lapangan yang saat ini terisolasi aksesnya,” jelas Sumarsono kepada Juaramedia.com melalui saluran teleponnya, Senin (6/1/2020).
PT PLN Perseroan, kata Sumarsono, melalui YBM PLN (Yayasan Baitul Mall) dari himpunan potongan penghasilan pegawai menyalurkan bantuan sementara ini 50 juta dan dari CSR PLN total 150 Juta untuk Tragedi Bencana Banjir.
“Mohon dukungan serta doa untuk kelancaran dan keamanan serta keselamatan agar kelistrikan dan bencana dapat segera teratasi. Aamiin,” imbuhnya.
Sementara Usep Rohadian manager (ULP) Rangkasbitung menjelaskan,dengan terjadinya bencana yang menimpa warga di enam kecamatan yang mengakibatkan jaringan TM, gardu dan KWH milik rumah warga hancur dan sebagian hilang terbawa derasnya banjir bandang.
Bersama PLN Tim gabungan,terus melakukan perbaikan di lapangan lokasi bencana walaupun akses jalan menjadi kendala dalam melakukukan pekerjaan,.
“Dan itu bukan persoalan, yang penting PT PLN berupaya memberikan pelayan pada warga yang terkena musibah untuk segera pulih menyala kembali,” pungkas Usep.
Tidak ada komentar