Tragedi Sodetan Bendungan Karian: Dua Bocah Tewas Tenggelam, KUMALA Kecam Dugaan Kelalaian K3 Proyek BBWSC

Yayat - JuaraMedia
15 Apr 2026 15:49
Mahasiswa 0 41
2 menit membaca

Caption : Rohimin Ketua Kumala Lebak 

JUARAMEDIA, LEBAK – Tragedi memilukan terjadi di Desa Mekarsari, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak. Dua anak sekolah dasar dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam di lokasi galian proyek sodetan Bendungan Karian, Selasa (14/4/2026) siang. Insiden ini memicu kecaman keras dari Koordinator Umum KUMALA yang menilai adanya dugaan kelalaian aspek keselamatan kerja (K3) di proyek tersebut.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Kedua korban diketahui merupakan warga Kampung Pasir Makam, Desa Mekarsari. Mereka masing-masing berusia sekitar 8 tahun dan masih duduk di bangku kelas 2 Sekolah Dasar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Diduga, keduanya tenggelam akibat derasnya arus air yang mengalir di area galian proyek sodetan Bendungan Karian, yang saat itu dalam kondisi cukup dalam dan tergenang akibat hujan.

Ketua Umum Koordinator KUMALA, Rohmin, mengecam keras insiden tersebut dan menyoroti tanggung jawab pihak proyek yang berada di bawah naungan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSC).

“Dengan kejadian dua anak meninggal dunia di lokasi proyek, kami mengecam BBWSC Banten dan mempertanyakan penerapan K3 di proyek tersebut. Sudah menjadi kewajiban setiap proyek untuk memastikan standar keselamatan terpenuhi dan mengantisipasi potensi bahaya,” tegas Rohmin.

Ia menilai, peristiwa ini menjadi bukti adanya kelalaian dalam pengawasan dan pengamanan area proyek, terutama di lokasi yang berisiko tinggi bagi masyarakat sekitar.

“Ini harus menjadi perhatian serius. Kami menduga ada kelalaian dari aspek keselamatan proyek yang tidak jeli melihat kondisi lingkungan. Kami meminta BBWSC segera memberikan klarifikasi kepada masyarakat, khususnya kepada keluarga korban. Jika tidak ada respons dalam waktu dekat, kami akan melayangkan surat aksi,” lanjutnya.

Suasana duka mendalam menyelimuti keluarga korban. Dari dokumentasi yang beredar, kedua jenazah telah disemayamkan di rumah duka dan dikelilingi oleh keluarga serta warga yang turut berbelasungkawa.

Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya mengonfirmasi pihak kontraktor proyek terkait sistem pengamanan di lokasi galian tersebut, termasuk penerapan standar keselamatan kerja.

Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap proyek infrastruktur, khususnya yang berada di dekat permukiman warga. Minimnya pengamanan dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan masyarakat, terutama anak-anak yang rentan menjadi korban.

Kasus ini menjadi alarm keras bagi pengelola proyek Bendungan Karian dan pihak terkait untuk mengevaluasi sistem keselamatan kerja. Transparansi, tanggung jawab, serta perlindungan terhadap warga sekitar harus menjadi prioritas utama guna mencegah tragedi serupa terulang. (budi)

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi