Nyaris Telan Korban, Jembatan Penghubung Dua Kecamatan di Lebak Ambruk

Yayat - JuaraMedia
22 Jan 2026 16:55
2 menit membaca

Caption : Musa Weliasyah Anggota DPRD Lebak 

JUARAMEDIA, LEBAK – Jembatan gantung yang menghubungkan Desa Senang Hati, Kecamatan Malingping, dengan Desa Cilangkap, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, ambruk pada Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 14.15 WIB. Insiden ini nyaris merenggut korban jiwa dan kembali membuka borok lambannya realisasi pembangunan infrastruktur di wilayah selatan Lebak.

Anggota DPRD Provinsi Banten, Musa Weliansyah, yang langsung turun ke lokasi, mengungkapkan bahwa jembatan tersebut sebenarnya telah diusulkan sejak tahun 2019, namun hingga kini tak kunjung diperbaiki secara permanen.

“Ini sudah berkali-kali diusulkan, baik lewat Musrenbang Desa Senang Hati maupun Desa Cilangkap. Tapi sampai sekarang belum direalisasikan. Padahal kondisinya sudah sangat rapuh,” tegas Musa di lokasi kejadian.

Menurut Musa, jembatan yang telah berusia lebih dari 10 tahun itu ambruk saat dilintasi tiga kendaraan, di antaranya dua pelajar SMP Negeri 3 Wanasalam dan empat warga Desa Senang Hati.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun satu orang korban harus menjalani perawatan medis di RSUD Malingping akibat luka yang dialami.

“Alhamdulillah semuanya selamat, meskipun satu orang masih dirawat. Tapi ini peringatan keras, jangan sampai kita menunggu korban jiwa baru bertindak,” katanya

Musa menjelaskan, salah satu alasan utama proyek jembatan permanen tak kunjung terealisasi adalah kendala izin lahan dari pemilik tanah di sekitar lokasi jembatan pada tahun-tahun sebelumnya.

“Dulu mau dipermanenkan, tapi ada kendala lahan. Namun seharusnya ini bisa dicarikan solusi sejak lama,” kata Musa.

Usai kejadian, Musa mengaku langsung berkoordinasi dengan Bupati Lebak, Sekda Lebak, Gubernur Banten, serta Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten. Respons cepat pun datang dari pemerintah.

“Alhamdulillah responsnya sangat positif. Tim PUPR Provinsi Banten atas perintah Pak Gubernur akan segera turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan dan perhitungan teknis,” jelasnya.

Tak hanya itu, PUPR Kabupaten Lebak juga dipastikan akan ikut melakukan penanganan. Aparat kepolisian dari Polsek Wanasalam dan Polsek Malingping turut meninjau lokasi untuk pengamanan.

Untuk sementara, jembatan gantung tersebut ditutup total karena dinilai sudah tidak layak dilalui. Warga kini harus menggunakan jalur alternatif sejauh 2–3 kilometer melalui arah Citawi – Warung Jogjog.

“Memang agak jauh, tapi ini demi keselamatan. Yang paling penting, aktivitas warga dan anak-anak sekolah jangan sampai terhambat terlalu lama,” tegas Musa.

Musa menegaskan, kejadian ini harus menjadi alarm serius bagi pemerintah agar tidak lagi menunda perbaikan infrastruktur vital yang menyangkut keselamatan masyarakat.

“Jangan sampai kejadian seperti ini terus berulang. Infrastruktur ini menyangkut nyawa manusia, terutama anak-anak sekolah,” pungkasnya. (*)

 

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi