
Caption : SDN 1 Tambak, Cimarga
JUARAMEDIA,LEBAK – Tiga lokal digunakan SMPN 6 Filial, Aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) SDN 1 Tambak, Desa Tambak, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak tak maksimal. Selain itu, SDN ini juga masih kekurangan mobeler untuk 3 lokal kelasnya.
Karena itu, pihak SDN 1 Tambak ini meminta kepada pihak terkait yang memiliki kebijakan, untuk segera mencarikan solusinya.
” Pada dasarnya kami tidak keberatan digunakan oleh SMPN Filial, tapi setidaknya KBM kami juga jangan sampai terkendala” ujar Nana Mulyana, S, Pd, M, Si Kepala SDN 1 Tambak di sekolahnya, Kamis (26/10/2023) pekan kemarin.
Menurut Nana, untuk mengatasi kendala KBM di sekolahnya tersebut, Ia telah melakukan koordinasi dengan Korwil Pendidikan Kecamatan Cimarga.

Caption : Kepsek dan Guru SDN 1 Tambak poto bersama
” Pak korwil katanya sudah komunikasi dengan Kabid SD Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak. Oleh karena itu, sekarang kami tinggal menunggu bimbingan korwil untuk melayangkan surat permohonan sebagai solusi menyikapi persoalan ini,” Imbuh Nana
Nana juga menjelaskan, saat ini SDN 1 Tambak memiliki 260 Siswa, 6 ruang kelas.
” masing – masing, untuk kelas VI sebanyak 53 siswa, V 42 siswa, IV 42, III 46, II 52 dan kelas I sebanyak 42 siswa “
” Idealnya, memang 28 atau 30 siswa / kelas. Semestinya untuk kelas VI dan II dibagi dua kelas yakni kelas A dan B, tapi karena ruangannya tidak ada, maka terpaksa di satuin. Sehingga aktivitas KBM nya mereka berdesak – desakan ” kata Nana.
Untuk itu kata Nana, pihaknya berharap ada solusi yang terbaik dari pihak terkait yang memiliki kebijakan.
” Untuk mengoptimalkan KBM, tentunya saat ini kami masih butuh 3 ruang kelas berikut mobelernya ” tutur Nana.
Nana juga mengaku bangga dengan berbagai prestasi yang di raih oleh siswa-siswinya baik dibidang olah raga ataupun akademik. Karena sambung Nana sekolahnya ini telah mampu bersaing dengan sekolah – sekolah lain yang sarana dan prasannya mendukung.
“Untuk cabang – cabang olah raga lain, kami sedang meniti, Insyaallah untuk O2SN akan datang , kami akan mengikuti semua bidang olah raga yang akan di perlombakan di tingkat Kabupaten,” katanya.
Khusus dimata pelajaran kata Nana, sekolahnya juga tidak tertinggal jauh dengan SDN lain. Terutama soal Asessmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).
” Selain sarana dan prasarananya, disini juga kendalanya sinyal. Karena itu untuk ANBK kami harus menumpang ke sekolah lain yang sinyal dan sarana prasarana lainnya mendukung ” katanya.
Karena itu, kata Nana dengan segala kekurangan sarana dan prasarana di sekolahnya tersebut, pihaknya berharap kepada intansi terkait untuk bisa membantunya.
” Untuk tenaga pengajar,PNS 2 orang,PPPK 4 orang dan honorer 4 orang,jadi untuk guru sudah cukup kecuali di tambah kelas dan mau tidak mau harus menambah guru dari sekolah lain melalui dinas,” ungkap Nana.
Dalam memajukan pendidikan ini, sambung Nana pada prinsifnya semua kepsek mempunya program ingin membawa sekolahnya seperti cita citanya sesuai RKJM yang tertulis.
” Kami ingin berusaha ada suatu peningkatan,baik dari bidang prestasi akademik ataupun ekstrakulikuler.” katanya.
” Sementara ini kami berpacu di bidang ektrakulikuler,kedepan tahap demi tahap kami akan mengejar di bidang akademik, agar bisa sejajar dengan sekolah lain yang ada di perkotaan ” kata Nana

Caption : Nana Mulyana, S, Pd, M, Si Kepsek SDN 1 Tambak, Cimarga
Sementara itu, Sekertaris Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak Maman Suryaman mengatakan, kebaradaan filial di SDN 1 Tambak tersebut, bisa dilaksanakan, dengan catatan haru memprioritaskan aktivitas KBM di SDN tersebut.
” Jangan sampai keberadaan Filial mengganggu kepada KBM sekolah yang memberikan tumpangan sarana” kata Maman.
” Segera Kepsek SDN 1 Tambak dengan SMPN 6 Filial berembuk, untuk mencarikan solusinya, agar aktivitas KBM sekolah pemilik gedung tidak di rugikan” pungkas Maman.
Menyikapi kekurangan mobeler kata Maman, untuk hal ini kondisinya terbatas. Namun demikian, pihaknya berjanji akan membantu mengajukan anggaranya. Karena PUPR yang membangun sekolah ini sebagai sekolah imbas proyek Karian, tidak menyediakan mobelernya.
” Sebenarnya bisa dianggarkan dari dana BOS secara bertahap, sesuai kebutuhan” pungkasnya. (jm/advetorial)