
Caption : Unggahan Musa Weliansyah
JUARAMEDIA, LEBAK – Unggahan Anggota DPRD Provinsi Banten dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Musa Weliansyah, yang mengajak mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggembok seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara nasional menjadi sorotan publik.
Dalam unggahan tersebut, Musa menyatakan mendukung penghentian operasional dapur MBG sebagai bentuk respons atas polemik yang menurutnya terus mengiringi pelaksanaan program tersebut.
Melalui akun media sosial pribadinya, Musa menulis:
“Ayo kita dukung Mitra MBG menggembok dapurnya secara Nasional di seluruh dapur SPPG.”
Ia juga menambahkan:
“Saya bersyukur jika seluruh dapur MBG mogok beroperasi biar konflik kepentingan tidak terus berlarut.”
Kepada JUARAMEDIA, Musa menjelaskan bahwa unggahan tersebut merupakan bentuk tantangan kepada asosiasi mitra MBG yang sebelumnya, menurut dia, menyampaikan ancaman akan menggembok dapur MBG secara nasional dalam rapat di DPR RI.
“Itu sebagai bentuk tantangan terhadap asosiasi mitra MBG yang menyampaikan akan menggembok dapur MBG seluruh Indonesia saat rapat di DPR RI. Saya mendesak kepada para mitra MBG untuk tidak omon-omon. Kalau memang ingin menggembok dapur, lakukan saja,” ujar Musa, Jumat (17/7/2026).
Musa mengaku secara pribadi mendukung apabila penghentian operasional dapur MBG benar-benar dilakukan. Menurutnya, pelaksanaan program tersebut telah memunculkan berbagai persoalan yang perlu menjadi perhatian pemerintah.
“Program MBG ini banyak sekali menimbulkan konflik kepentingan. Bukan hanya persoalan dugaan korupsi, tetapi juga ketisruhan. Program ini menjadi perdebatan di media sosial, menjadi perdebatan masyarakat, bahkan ada indikasi gerakan dari para pekerja maupun mitra. Menurut saya, kondisi ini sangat memalukan untuk sebuah program strategis nasional,” katanya.
Selain itu, Musa menilai pelaksanaan Program MBG turut berdampak pada kenaikan harga sejumlah bahan pangan. Menurutnya, kondisi tersebut justru membebani masyarakat berpenghasilan rendah yang tidak seluruhnya menjadi penerima manfaat program.
Ia mencontohkan, keluarga miskin yang tidak memiliki anak sekolah tetap harus membeli kebutuhan pokok dengan harga yang meningkat, sementara manfaat MBG hanya diterima kelompok tertentu.
Karena itu, Musa meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap sasaran penerima manfaat Program MBG.
“Kalau program ini tetap dijalankan, penerima manfaatnya sebaiknya benar-benar masyarakat miskin, siswa dari keluarga miskin, serta ibu hamil miskin sesuai data pemerintah. Jangan sampai semua menerima tanpa melihat kondisi ekonominya,” ujarnya.
Musa juga meminta Presiden melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program MBG agar penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) lebih tepat sasaran.
“Presiden harus mengambil keputusan yang tegas untuk menyelamatkan APBN. Jangan sampai program ini dijalankan tanpa sasaran yang jelas,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, JUARAMEDIA belum memperoleh tanggapan resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN) maupun pihak asosiasi mitra MBG terkait pernyataan Musa Weliansyah. Redaksi masih berupaya meminta konfirmasi agar pemberitaan tetap berimbang sesuai kaidah jurnalistik. (*)