Viral di Amerika, Pelatih Senegal Sebut Final Piala Dunia Tak Lebih Penting dari Sholat Jumat

Yayat - JuaraMedia
16 Jun 2026 11:59
3 menit membaca

Caption : Pelatih Kepala Timnas Senegal, Pape Chiau

JUARAMEDIA, NEW JERSEY – Pelatih kepala Timnas Senegal, Pape Chiau, menjadi sorotan publik internasional setelah pernyataannya terkait kewajiban menunaikan sholat Jumat viral di Amerika Serikat dan berbagai platform media sosial menjelang pertandingan Piala Dunia 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Chiau dalam konferensi pers di New Jersey saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai keputusan rombongan Timnas Senegal yang tetap keluar dari hotel untuk menunaikan sholat Jumat meski kondisi cuaca saat itu dilaporkan ekstrem dengan angin kencang dan adanya imbauan petugas keamanan untuk membatasi aktivitas di luar ruangan.

Alih-alih memberikan jawaban diplomatis, Chiau menanggapi pertanyaan tersebut dengan pernyataan tegas yang langsung menjadi perbincangan luas.

“Apakah ada yang lebih penting daripada sholat? Saya rasa itu bukan urusan Anda,” ujar Chiau seperti yang dikutif dari akun tiktok @aria.abias8, Selasa (16/6/2026)

Ia kemudian melanjutkan pernyataannya yang kini banyak dibagikan oleh warganet di berbagai negara.

“Kalian takut pada angin, sementara kami takut kepada Allah, zat yang menciptakan angin. Kita datang ke sini untuk sebuah pertandingan hiburan, lantas kita lupa bahwa kita diciptakan untuk menyembah Allah,” katanya.

Pernyataan itu semakin menarik perhatian ketika Chiau menegaskan bahwa kewajiban beribadah tetap menjadi prioritas utama, bahkan di tengah ajang sepak bola paling bergengsi di dunia.

“Bahkan jika final Piala Dunia FIFA digelar hari ini dan kami menjadi salah satu finalisnya, kami tetap akan keluar untuk menunaikan sholat Jumat meski itu berarti kehilangan gelar juara,” tegasnya.

Menurut Chiau, keyakinan agama merupakan prinsip yang tidak dapat ditawar dalam kondisi apa pun. Ia juga meminta agar kewajiban agama yang dijalankan oleh timnya dihormati oleh semua pihak.

“Jangan ceramahi kami tentang ritual dan kewajiban agama kami,” tambahnya.

Pernyataan tersebut muncul menjelang pertandingan penting Senegal di Grup I Piala Dunia 2026. Tim berjuluk Singa Teranga itu tergabung bersama Prancis, Norwegia, dan Irak dalam persaingan menuju babak berikutnya.

Laga menghadapi Prancis yang berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, menjadi salah satu pertandingan yang paling dinantikan pada fase grup. Senegal datang ke turnamen dengan kepercayaan diri tinggi setelah sebelumnya mencatatkan prestasi gemilang di level Afrika.

Di media sosial, pernyataan Chiau menuai beragam respons. Namun mayoritas komentar dari kalangan Muslim memberikan dukungan dan apresiasi atas sikap sang pelatih yang dinilai tetap memegang teguh prinsip keagamaan di tengah tekanan kompetisi internasional.

“Ini mengingatkan kita bahwa olahraga hanyalah hiburan, sementara ibadah adalah kewajiban,” tulis salah satu komentar yang ramai dibagikan warganet.

Sejumlah netizen bahkan menyebut Chiau sebagai sosok pemimpin yang berani menunjukkan identitas dan keyakinannya di panggung dunia. Di sisi lain, pernyataan tersebut juga memicu diskusi mengenai hubungan antara profesionalisme olahraga dan kebebasan menjalankan ibadah.

Hingga kini, ucapan pelatih Senegal tersebut masih menjadi topik hangat di berbagai platform digital dan terus menarik perhatian publik menjelang bergulirnya pertandingan-pertandingan penting Piala Dunia 2026.(*)

 

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi