Gelar Finalisasi BLUD di Hotel  Luar Lebak, Dinkes Lebak Dianggap Tak Mendukung Optimalisasi Fasilitas dan Ekonomi lokal

Yayat - JuaraMedia
30 Jan 2026 12:07
Kesehatan 0 98
3 menit membaca

Caption : Pelaksanaan Finalisasi Laporan Keuangan BLUD Puskesmas Kabupaten Lebak TA di Hotel Tangerang 

JUARAMEDIA, LEBAK — Pelaksanaan finalisasi laporan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Puskesmas se-Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2025 menjadi sorotan publik. Kegiatan tersebut digelar di sebuah hotel mewah di Tangerang pada 26–27 Januari 2026, jauh dari wilayah Kabupaten Lebak.

Sorotan mengemuka lantaran pelaksanaan kegiatan dinilai tidak mencerminkan prinsip efisiensi anggaran, terlebih kegiatan bersifat administratif dan berkaitan langsung dengan pengelolaan dana layanan kesehatan masyarakat.

Pemilihan hotel berbintang di luar daerah memicu pertanyaan publik mengenai urgensi dan pertimbangan efisiensi. Sejumlah pihak menilai, finalisasi laporan keuangan sejatinya dapat dilaksanakan di kantor pemerintah daerah atau fasilitas milik daerah dengan biaya yang jauh lebih hemat.

“Yang disorot bukan hanya kemewahan hotelnya, tapi juga kenapa harus di luar Lebak. Ini berpotensi pemborosan dan menimbulkan kesan kurang peka terhadap kondisi layanan Puskesmas,” ujar Uben Salim Pemerhati Kebijakan Publik di Rangkasbitung, Jumat (30/1/2026)

Sorotan ini semakin menguat mengingat masih adanya Puskesmas di Kabupaten Lebak yang menghadapi keterbatasan sarana, prasarana, dan kebutuhan peningkatan kualitas pelayanan. Kondisi tersebut dinilai kontras dengan penyelenggaraan kegiatan keuangan di lokasi berbiaya tinggi.

Selain dinilai boros, pelaksanaan kegiatan di luar daerah juga dianggap tidak mendukung optimalisasi fasilitas lokal serta perputaran ekonomi di Kabupaten Lebak sendiri.

Sementara itu,Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Abdul Hakim, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilakukan atas dasar kebutuhan teknis penyelesaian laporan keuangan Puskesmas yang harus segera dirampungkan untuk kepentingan review Inspektorat.

“Puskesmas itu kan diminta menyelesaikan laporan keuangan tahun 2025. Sementara para pengelola keuangan di Puskesmas tidak hanya mengurus administrasi, tapi juga memiliki tugas utama di pelayanan,” ujar Abdul Hakim saat memberikan klarifikasi, Senin (27/1/2026).

Menurutnya, sebagian besar pengelola keuangan BLUD Puskesmas merupakan tenaga kesehatan, seperti perawat atau bidan, yang sehari-hari lebih fokus pada pelayanan masyarakat. Kondisi tersebut membuat penyusunan laporan keuangan kerap terkendala apabila dilakukan di tengah aktivitas pelayanan rutin.

“Atas dasar itu, kami mengkarantina mereka agar fokus. Jadi bukan untuk bersenang-senang, tapi supaya laporan keuangan bisa selesai tepat waktu,” jelasnya.

Abdul Hakim menyebutkan, peserta kegiatan berasal dari seluruh Puskesmas di Kabupaten Lebak, sebanyak 42 Puskesmas, dengan masing-masing mengirimkan bendahara penerimaan, bendahara pengeluaran, dan PPTK, berkisar antara tiga hingga lima orang per Puskesmas.

Ia juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan kegiatan di luar Kabupaten Lebak dilakukan karena keterbatasan daya tampung lokasi di dalam daerah untuk menampung jumlah peserta yang cukup besar.

“Kalau di Lebak, daya tampungnya masih terbatas. Pesertanya banyak, sehingga kami mencari lokasi yang bisa menampung dan memungkinkan mereka bekerja fokus,” katanya.

Terkait anggaran, Abdul Hakim menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak menggunakan APBD Kabupaten Lebak, melainkan bersumber dari anggaran masing-masing BLUD Puskesmas.

“BLUD itu punya anggaran sendiri. Jadi ini bukan APBD. Kami juga tidak memaksa, tapi mereka sepakat karena ingin laporan cepat selesai dan lebih efektif,” tegasnya.

Ia menambahkan, selama kegiatan berlangsung, peserta bekerja hingga larut malam, bahkan hingga pukul 02.00 WIB, demi menyelesaikan laporan yang jumlahnya cukup banyak dan tebal.

“Kita kejar waktu karena laporan harus segera dikirim dan direview Inspektorat. Jadi memang murni kebutuhan pekerjaan,” pungkas Abdul Hakim.

Meski demikian, klarifikasi tersebut tetap menjadi perhatian publik, mengingat sebelumnya pelaksanaan finalisasi laporan keuangan BLUD Puskesmas di hotel mewah luar daerah menuai sorotan terkait prinsip efisiensi anggaran dan kepatutan penggunaan dana layanan kesehatan. (*)

 

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi