Caption : Badak Banten Perjuangan
JUARAMEDIA, LEBAK – Ada apa dengan SMAN 1 Cileles? Sekolah yang seharusnya menjadi tempat mencetak generasi cerdas kini diterpa isu serius. Kepala sekolahnya dituding terlibat dalam penyalahgunaan wewenang, pelanggaran etik, hingga dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah atau BOS.
Dugaan ini bukan isapan jempol. Organisasi masyarakat Badak Banten Perjuangan, atau BBP Kabupaten Lebak, telah melayangkan surat resmi pemberitahuan aksi kepada Kapolsek Cileles. Mereka menilai praktik kotor di dunia pendidikan ini harus segera diusut tuntas.
Dalam surat tertanggal 27 September 2025, Ketua DPC BBP Lebak, Dede Kodir, menegaskan bahwa Kepala SMAN 1 Cileles diduga kuat menyalahgunakan dana BOS serta melakukan pelanggaran etik dan jabatan.
BBP pun siap turun ke jalan. Ratusan anggotanya dijadwalkan menggelar aksi demonstrasi pada Rabu, 1 Oktober, mulai pukul 10 pagi di depan gerbang SMAN 1 Cileles. Massa yang diperkirakan mencapai 150 orang akan dipimpin langsung oleh koordinator aksi Ilk Apandi dengan sejumlah orator, serta penanggung jawab aksi Haji Eli Sahroni.
Kasus dugaan korupsi dana BOS ini menambah panjang daftar kelam penyalahgunaan anggaran pendidikan.
” Dana yang seharusnya digunakan untuk meringankan beban siswa, justru disebut-sebut dijadikan lahan basah oleh oknum tidak bertanggung jawab.” Ketua Umum Ormas Badak Banten Perjuangan kata H Eli Sahroni, Minggu (28/9/2025)
Masyarakat kini menunggu sikap tegas aparat penegak hukum serta Dinas Pendidikan. Transparansi anggaran di sekolah menjadi sorotan agar kasus serupa tidak kembali mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten Lebak.
Aksi massa BBP diperkirakan menjadi titik awal terbukanya tabir dugaan korupsi dana BOS di SMAN 1 Cileles. Publik kini menanti, apakah kasus ini benar-benar akan dibongkar, atau justru kembali tenggelam tanpa kejelasan. (budi)