
Caption : Bunda PAUD, Belia Asyidiki
JUARAMEDIA, LEBAK – Bunda PAUD Kabupaten Lebak, Belia Asyidiki Jayabaya, menegaskan pentingnya pendidikan prasekolah sebagai fondasi utama sebelum anak memasuki jenjang Sekolah Dasar (SD).
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk komunitas literasi dan orang tua, untuk mendukung program Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah yang menjadi bagian dari kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun.
Menurut Belia, masih banyak orang tua yang menganggap pendidikan anak usia dini bukan kebutuhan mendesak. Padahal, masa prasekolah merupakan periode penting dalam membangun kesiapan belajar, kemampuan sosial, serta karakter anak sebelum memasuki pendidikan formal.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan dukungan seluruh pihak agar anak-anak mendapatkan pendidikan prasekolah yang berkualitas sebelum masuk SD,” ujar Belia.
Untuk memperluas edukasi kepada masyarakat, Bunda PAUD Kabupaten Lebak menggandeng Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang dinilai memiliki kedekatan langsung dengan warga dan keluarga.
Menurutnya, TBM tidak hanya berfungsi sebagai pusat literasi, tetapi juga dapat menjadi sarana sosialisasi bagi orang tua mengenai manfaat pendidikan prasekolah bagi tumbuh kembang anak.
“TBM menjadi mitra penting karena paling dekat dengan masyarakat. Selain menjadi tempat belajar, TBM juga dapat memberikan pemahaman kepada orang tua tentang pentingnya pendidikan prasekolah sebelum anak masuk SD,” katanya.
Program Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah sendiri merupakan upaya pemerintah untuk memastikan setiap anak memperoleh stimulasi pendidikan sejak usia dini.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan dasar anak, mulai dari literasi, komunikasi, hingga kesiapan beradaptasi di lingkungan sekolah.
Sementara itu, Ketua TBM Insan Mandiri, Suhenda, menyatakan komitmennya dalam mendukung program tersebut melalui berbagai kegiatan berbasis keluarga dan literasi anak.
“Kami akan terus mendorong literasi keluarga melalui kegiatan membaca nyaring, permainan edukatif, serta pendampingan orang tua agar anak-anak memiliki kesiapan yang lebih baik sebelum masuk SD,” ujarnya.
Suhenda menilai pendidikan usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk kemampuan literasi, sosial, emosional, dan karakter anak.
Karena itu, keterlibatan keluarga menjadi faktor utama dalam keberhasilan pendidikan prasekolah.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, keluarga, dan komunitas literasi, diharapkan seluruh anak di Kabupaten Lebak dapat memperoleh akses pendidikan prasekolah yang berkualitas dan merata.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini, sehingga anak-anak Lebak memiliki kesiapan belajar yang lebih baik ketika memasuki jenjang pendidikan dasar. (*)