Oplus_131072Caption : Hamdan Soleh Kabid Binarmaga, Dinas PUPR Lebak
JUARAMEDIA, LEBAK – Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menyiapkan anggaran Rp47,7 miliar untuk menangani 11 ruas jalan kabupaten pada tahun 2026.
Mayoritas proyek akan menggunakan beton cor dan rehabilitasi beton, menyasar ruas-ruas jalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat akibat kerusakan .
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Lebak, Hamdan Soleh, mengatakan seluruh perencanaan kegiatan sudah rampung dan saat ini tinggal menunggu proses lelang.
“Perencanaannya sudah keluar. Target kami, proses lelang bisa dipercepat, bahkan diupayakan sebelum Ramadan sudah ada kontrak pekerjaan,” kata Hamdan di Kantornya, Rabu (28/1/2026)
Menurut Hamdan, pelaksanaan fisik proyek diproyeksikan mulai Maret hingga April 2026. Pemilihan konstruksi beton dilakukan karena kondisi jalan hotmix di sejumlah titik dinilai tidak lagi efektif dan cepat rusak.
Dari total anggaran Rp47,7 miliar tersebut, terdapat ruas jalan dengan nilai anggaran cukup besar, terutama di wilayah perkotaan dan jalur penghubung antarwilayah.
Beberapa ruas strategis yang akan ditangani antara lain:
Rangkasbitung – Gajrug, sepanjang 3,5 kilometer dengan anggaran Rp11,6 miliar untuk rehabilitasi beton.
Rangkasbitung – Sajir (Karas Sajir), sepanjang 1,8 kilometer dengan nilai Rp11,3 miliar.
Leuwidamar – Pasar Kupa, yang merupakan akses menuju kawasan Baduy, sepanjang 1,87 kilometer dengan anggaran Rp6,6 miliar.
Selain itu, ruas jalan di wilayah selatan dan pedesaan juga masuk daftar penanganan, seperti Jampang–Muncang, Kadubitung–Bujal, hingga Palayangan–Mekarjaya.
Berikut rincian 11 ruas jalan kabupaten yang akan diperbaiki Dinas PUPR Lebak pada 2026:
Jampang – Muncang (190 meter) – Rp1,2 miliar
Leuwidamar – Pasar Kupa (1,87 km) – Rp6,6 miliar
Pasir Kuray – Cisitu – Cikidang – Cibabar (500 meter) – Rp1,4 miliar
Kadubitung – Bujal (1 km) – Rp2,7 miliar
Cigoong – Pasir Melati (1 km) – Rp3,2 miliar
Cibungur – Sinangwangi (1 km) – Rp2,8 miliar
Cimau – Gunung Bumbang (±1 km) – Rp2,9 miliar
Palayangan – Mekarjaya (850 meter) – Rp3,2 miliar
Ruas tambahan (500 meter) – ±Rp700 juta
Rangkasbitung – Sajir (1,8 km) – Rp11,3 miliar
Rangkasbitung – Gajrug (3,5 km) – Rp11,6 miliar
Hamdan menegaskan, hampir seluruh ruas jalan yang masuk rencana penanganan saat ini berada dalam kondisi rusak dan berlubang.
“Rata-rata kondisinya sudah banyak lubang. Karena itu kita pilih beton agar lebih kuat dan tahan lama,” ujarnya.
Pemerintah daerah berharap, realisasi proyek ini dapat meningkatkan konektivitas wilayah, memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat, serta memperbaiki akses transportasi di Kabupaten Lebak. (budi)