Transformasi Digital Pendidikan, Pemerintah Dorong Sekolah Bangun Ekosistem Belajar Adaptif

Yayat - JuaraMedia
13 Nov 2025 21:10
Pendidikan 0 267
2 menit membaca

Transformasi Digital Pendidikan, Pemerintah Dorong Sekolah Bangun Ekosistem Belajar Adaptif

 

JUARAMEDIA, TANGERANG – Transformasi digital di dunia pendidikan kini masuk babak baru. Pemerintah menegaskan bahwa digitalisasi bukan sekadar soal perangkat, tetapi upaya membangun ekosistem pendidikan yang adaptif dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah  Abdul Mu’ti saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran di ICE BSD City, Kota Tangerang, Kamis (13/11/2025).

Acara ini dihadiri oleh kepala daerah dari seluruh provinsi, kabupaten, dan kota se-Indonesia. Dari Kabupaten Lebak hadir Wakil Bupati Amir Hamzah dengan didampingi Kepala Dinas Pendidikan Hari Setiono, dan Kepala Baperida Yosef Muhamad Kholis.

Turut hadir pula Kepala Staf Kepresidenan, Ketua Komisi X DPR RI, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, serta perwakilan kementerian dan lembaga terkait.

Rakor tersebut membahas percepatan peningkatan kualitas pendidikan melalui revitalisasi infrastruktur sekolah, serta penguatan pembelajaran berbasis digital yang terintegrasi antara pemerintah pusat dan daerah.

 “Digitalisasi pembelajaran bukan sekadar pengadaan perangkat. Ini soal membangun ekosistem pendidikan yang adaptif, kolaboratif, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti

Melalui digitalisasi, pemerintah berharap sekolah dapat menciptakan lingkungan belajar yang merata, inklusif, dan bermutu, dengan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan hasil belajar dan memperluas akses pendidikan.

Sementara itu, Kodari Kepala Staf Kepresidenan menegaskan bahwa program revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran merupakan bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) yang menjadi perhatian langsung Presiden Prabowo Subianto.

 “Program ini menjadi fokus presiden sebagaimana tertuang dalam Inpres Nomor 7 Tahun 2025. Presiden menginginkan kualitas pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta membuat guru dan siswa nyaman dengan fasilitas belajar yang layak,” jelasnya.

Sebagai penutup, dilakukan penandatanganan komitmen tindak lanjut hasil rakor oleh Kemendikbudristek, Kepala Staf Kepresidenan, Komisi X DPR RI, Kemendagri, dan perwakilan kepala daerah dari seluruh Indonesia.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah berkomitmen menghadirkan sistem pendidikan yang berdaya saing global, berbasis teknologi, namun tetap menanamkan nilai-nilai karakter dan kolaborasi di lingkungan belajar. (*)

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi