DLHK Banten Wilayah Lebak – Tangerang Gercep Perbaiki Papan Proyek KBD di Lebak, Total Anggaran Capai Rp280 Juta

admin
30 Jul 2025 12:16
3 menit membaca

Caption : Kepala UPTD DLHK Banten Wilayah Lebak – Tangerang Fiva Jabreno ketika turun langsung pemasangan papan proyek yang telah mencantumkan anggaranya pada program KBD 

JUARAMEDIA, LEBAK – Sebagai bentuk transparansi publik, UPTD Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten Wilayah Kabupaten Lebak-Tangerang bergerak cepat (Gercep) menepati janjinya untuk memperbaiki kekurangan informasi pada papan proyek Program Pembangunan Kebun Bibit Desa (KBD) yang tersebar di Kabupaten Lebak.

Pada Rabu (30/7/2025), perbaikan papan proyek dilakukan serentak di tujuh titik lokasi. Data-data penting seperti nilai anggaran kini sudah dicantumkan secara lengkap.

“Kita sudah perbaiki dan serentak di tujuh titik sudah dipasang. Terima kasih atas kontrol dan perhatian masyarakat,” ujar Kepala UPTD DLHK Banten Wilayah Lebak-Tangerang, Fiva Jabreno, melalui sambungan telepon.

Fiva menjelaskan bahwa Program KBD memiliki sejumlah tujuan strategis, antara lain:

1. Penyediaan Bibit Berkualitas :Memberikan akses kepada masyarakat desa terhadap bibit unggul (tanaman kehutanan, buah-buahan, dan tanaman produktif), baik secara gratis maupun terjangkau.

2. Rehabilitasi Lahan Kritis: Mendukung program penghijauan dengan menanam tanaman bernilai ekologis dan ekonomis untuk mengurangi lahan kritis.

3. Pemberdayaan Masyarakat Desa : Melibatkan masyarakat dalam pengelolaan kebun bibit, yang diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dan pendapatan mereka.

 

4. Pelestarian Lingkungan : Mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga hutan dan lingkungan melalui kegiatan tanam pohon berkelanjutan.

5. Penguatan Ketahanan Pangan dan Ekonomi Lokal. Melalui budidaya tanaman produktif seperti durian dan petai, program ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah secara ekonomi.

6. Dukungan terhadap Program PemerintahTerintegrasi dengan kebijakan pemerintah pusat dan daerah di sektor kehutanan, lingkungan hidup, dan pemberdayaan desa.

“Harapannya, desa-desa menjadi hijau, asri, dan lestari. Masyarakat juga diharapkan mampu secara mandiri memproduksi bibit tanaman dan mengembangkan potensi ekonomi dari hasil tanaman produktif,” ujar Fiva.

Selain bantuan dana operasional, Fiva menyebutkan bahwa kelompok tani hutan juga mendapat dukungan berupa sarana pertanian, seperti pupuk, alat pertanian, serta bibit tanaman produktif.

“Kelompok tani kami dorong menjadi motor penggerak, mulai dari pembibitan, perawatan, hingga distribusi bibit ke masyarakat,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas bibit serta memastikan keberlanjutan kegiatan, bukan hanya tergantung pada bantuan pemerintah.

“Selain itu, kami berharap program ini dapat menumbuhkan semangat gotong royong, kemandirian, serta memunculkan agen-agen perubahan di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, DLHK Provinsi Banten Wilayah Lebak-Tangerang mendapat sorotan terkait belum dicantumkannya nilai anggaran pada papan proyek Program KBD. Merespons hal itu, DLHK langsung melakukan pembaruan data.

Program KBD di Kabupaten Lebak dilaksanakan di tujuh kecamatan, yaitu Kalanganyar, Bayah, Cileles, Gunungkencana, Cihara, Cibeber, dan satu titik lainnya. Total anggaran untuk program ini sebesar Rp280 juta, yang berarti setiap titik menerima alokasi sekitar Rp40 juta. (jm)

 

Redaksi
Author: Redaksi

Referensi Berita Terpercaya