
Caption : Petugas Damkar Tengah Memadamkan Api (dok)
JUARAMEDIA LEBAK – Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Lebak mencatat sebanyak 44 kasus kebakaran rumah terjadi sepanjang tahun 2025. Mayoritas insiden diduga dipicu oleh korsleting listrik dan kebocoran tabung gas.
Berdasarkan data Damkar Kabupaten Lebak, kasus kebakaran tersebut tersebar di sejumlah kecamatan. Kecamatan Rangkasbitung menjadi wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak, yakni sembilan kasus. Disusul Kecamatan Cijaku enam kasus, Cipanas empat kasus, Bojongmanik dan Banjarsari masing-masing tiga kasus.
Sementara itu, Kecamatan Malingping, Cihara, Bayah, Cimarga, dan Panggarangan masing-masing mencatat dua kasus. Adapun Kecamatan Cilograng, Sajira, Kalanganyar, Kuncang, Warunggunung, Cikulur, Lebakgedong, dan Cileles masing-masing mengalami satu kasus kebakaran rumah.
Komandan Regu Damkar Kabupaten Lebak, Nana Sumarna, mengatakan sebagian besar kejadian kebakaran dipicu oleh instalasi listrik yang tidak memenuhi standar keamanan serta kebocoran gas elpiji di rumah tangga.
“Mayoritas kasus dipicu oleh instalasi listrik yang tidak aman dan kebocoran tabung gas,” kata Nana kepada wartawan, Selasa (28/7/2026).
Untuk mengurangi risiko kebakaran, Damkar mengimbau masyarakat agar melakukan pemeriksaan instalasi listrik secara berkala, menghindari penggunaan colokan listrik secara berlebihan, serta memastikan kondisi tabung gas dan perlengkapannya tetap aman sebelum digunakan.
“Semuanya harus dimulai dari rumah sendiri, dengan menghindari colokan bertumpuk, melakukan pengecekan instalasi listrik, serta memeriksa tabung gas secara berkala,” ujarnya.
Selain itu, Nana menilai masih sedikit rumah tangga yang memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai sarana penanganan awal saat terjadi kebakaran.
Menurutnya, sebagian masyarakat masih mengandalkan air atau handuk basah untuk memadamkan api, padahal cara tersebut tidak aman apabila kebakaran disebabkan oleh arus listrik atau minyak.
“Sediakan APAR di rumah karena penanganan awal saat api masih kecil sangat penting agar kebakaran tidak merambat lebih luas,” katanya.
Damkar Kabupaten Lebak berharap meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap keselamatan listrik dan penggunaan gas rumah tangga dapat menekan jumlah kebakaran pada tahun-tahun mendatang.
“Mudah-mudahan dengan langkah atau upaya itu kita dapat meminimalisir kasus kebakaran,” tutup Nana. (Budi)