Hotel Bintang 4 Pertama di Lebak Resmi Dibuka, Bupati Hasbi Tegaskan Investor Bebas Pungli

Yayat - JuaraMedia
28 Mei 2026 23:10
Investor 0 33
3 menit membaca

Caption : Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya tengah menandatangani prasasti peresmian hotel Grand Keisha Rangkaabitung

JUARAMEDIA, LEBAK – Kabupaten Lebak kini resmi memiliki hotel bintang 4 pertama. Grand Keisha Hotel Rangkasbitung diluncurkan pada Kamis malam (25/5/2026), sekaligus menjadi penanda kuat bahwa iklim investasi di Lebak mulai bergerak maju.

Dalam momentum peresmian tersebut, Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada investor, termasuk memastikan tidak ada praktik pungutan liar (pungli) yang menghambat investasi.

“Tidak ada gangguan, tidak ada pungli, tidak ada hal-hal di luar aturan perundang-undangan. Kami pemerintah daerah akan mensupport investasi di Kabupaten Lebak,” tegas Hasbi di hadapan tamu undangan.

Menurut Hasbi, kehadiran Grand Keisha bukan sekadar pembangunan hotel mewah, tetapi memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya dalam penyerapan tenaga kerja lokal.

Ia mengungkapkan sekitar 70 persen pegawai Grand Keisha berasal dari warga Kabupaten Lebak. Hal itu dinilai menjadi bukti nyata bahwa investasi mampu membuka peluang kerja bagi masyarakat.

“Ini yang dibutuhkan masyarakat. Ada penyerapan tenaga kerja yang signifikan,” ujarnya.

Hasbi menyebut Grand Keisha menjadi representasi wajah baru Kabupaten Lebak yang ingin berkembang lebih maju dan kompetitif di sektor pariwisata maupun investasi.

Meski industri hospitality tengah menghadapi tantangan berat, Pemkab Lebak optimistis kehadiran hotel bintang 4 pertama tersebut akan memicu masuknya investor lain ke daerah.

“Grand Keisha harus menjadi pemicu hadirnya investor-investor baru di Lebak,” katanya.

Ia juga berharap kehadiran hotel representatif membuat tamu pemerintahan maupun wisatawan tidak lagi hanya datang singkat ke Lebak, melainkan menginap lebih lama sehingga berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.

Pemilik Grand Keisha Hotel, Andi Arslan, mengungkapkan pembangunan hotel tersebut memakan waktu sekitar dua tahun. Ia mengaku memilih Kabupaten Lebak karena memiliki kedekatan emosional dengan daerah tersebut.

“Ini tanah kelahiran istri saya. Kami ingin memberikan sesuatu yang mudah-mudahan bermanfaat bagi masyarakat Lebak,” ujar Andi.

Sebagai pengusaha, Andi melihat Lebak memiliki potensi besar namun belum didukung fasilitas hotel representatif untuk menunjang aktivitas tamu pemerintahan maupun wisatawan.

“Selama ini tamu datang ke Lebak selesai urusan langsung pulang karena belum ada hotel yang representatif,” katanya.

Menurutnya, kondisi itu berbeda dengan kota wisata seperti Yogyakarta yang membuat wisatawan mampu bertahan hingga beberapa hari dan membelanjakan uangnya untuk kuliner, oleh-oleh hingga wisata lokal.

“Mudah-mudahan dengan adanya hotel ini, tamu bisa tinggal lebih lama, wisata berkembang, UMKM bergerak dan lapangan pekerjaan bertambah,” ucapnya.

Andi juga mengungkapkan nama “Grand Keisha” diambil dari nama anak semata wayangnya, Keisha. Ia menyebut sang anak sejak kecil bercita-cita ingin bekerja atau menjadi pengusaha hotel.

“Alhamdulillah kami bisa mewujudkan salah satu mimpinya,” tutur Andi.

Ke depan, pihaknya membuka peluang investasi lanjutan di sektor pariwisata Kabupaten Lebak. Namun menurutnya, pengembangan wisata membutuhkan dukungan bersama mulai dari promosi, infrastruktur hingga keterlibatan masyarakat.

“Potensi wisata Lebak luar biasa, tinggal bagaimana promosi dan infrastruktur menuju lokasi wisata terus diperbaiki,” pungkasnya. (ade/ade*)

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi