
Caption : Tol Rangkasbitung–Cikulur Dibuka Gratis Jelang Mudik Lebaran 2026,
JUARAMEDIA,LEBAK – Ruas Tol Rangkasbitung–Cikulur sepanjang 14,1 kilometer mulai difungsionalkan secara gratis untuk mendukung arus mudik Lebaran 2026. Sejumlah kendaraan terlihat mulai melintasi jalur tol tersebut sejak dibuka pada Kamis (12/3/2026) pagi.
Pengoperasian fungsional ruas Tol Serang–Panimbang Seksi 2 (Rangkasbitung–Cikulur-Cileles ) dilakukan oleh PT Wijaya Karya Serang Panimbang guna memperlancar mobilitas pemudik menuju wilayah Banten Selatan.
Manajer Pemasaran PT Wijaya Karya Serang Panimbang, Muhammad Albagir, mengatakan jalur tol mulai dibuka secara fungsional sejak pukul 07.00 WIB melalui akses Gerbang Tol Cikulur .
“Jadi tadi pukul 7 pagi sudah kita buka fungsional di akses Cikulur . Mulai hari ini masyarakat sudah bisa menggunakan tol ini secara fungsional dan gratis,” kata Albagir di Gerbang Tol Cikulur, Kamis (12/3/2026).
Menurutnya, pengoperasian tol secara fungsional dilakukan selama periode mudik Lebaran.
“Tol ini kita buka selama 15 hari, mulai tanggal 12 hingga 26 Maret 2026 untuk mendukung arus mudik Lebaran tahun ini,” jelasnya.
Selama masa fungsional, tol hanya beroperasi pada pukul 07.00 hingga 17.00 WIB setiap hari. Pembatasan waktu operasional dilakukan karena konstruksi jalan tol tersebut belum sepenuhnya rampung.
“Karena ini masih fungsional dan konstruksi belum selesai 100 persen, termasuk penerangan jalan yang belum optimal, maka demi keselamatan pengguna jalan operasional kita batasi sampai jam 5 sore,” ujarnya.
Penggunaan ruas tol Rangkasbitung–Cikulur sementara hanya diperuntukkan bagi kendaraan Golongan I atau mobil pribadi. Kendaraan besar seperti bus dan truk belum diperbolehkan melintas.
Meski gratis di Seksi 2, pengendara tetap harus menyiapkan kartu uang elektronik karena tarif hanya dikenakan pada Seksi 1 Serang–Rangkasbitung.
“Pengguna jalan hanya membayar tarif di Seksi 1. Ketika melanjutkan perjalanan ke Cikulur tidak ada tambahan tarif,” kata Albagir.
Albagir juga mengingatkan pengendara untuk tetap berhati-hati saat melintas karena masih terdapat beberapa titik yang memerlukan kewaspadaan.
Salah satunya berada di sekitar kilometer 36 yang sebelumnya sempat mengalami longsoran. Namun pihak pengelola telah menyiapkan rambu peringatan serta petugas di sejumlah titik krusial.
“Kami sudah pasang rambu-rambu dan menyiapkan petugas di titik-titik yang dianggap rawan agar pengguna jalan tetap aman dan nyaman,” katanya.
Untuk sementara, rest area di Seksi 2 juga belum tersedia karena masih dalam tahap pembangunan. Namun fasilitas dasar seperti musala dan toilet dapat digunakan di area gerbang tol.
Salah satu pengguna jalan, Maman, warga Rangkasbitung, mengaku sengaja mencoba melintas di ruas tol tersebut bersama keluarganya.
“Lumayan jalannya halus. Saya cuma ingin mencoba saja dari Rangkasbitung ke Cikulur,” ujarnya.
Ia menilai keberadaan tol tersebut akan sangat membantu masyarakat, terutama saat perjalanan menuju wilayah Banten Selatan.
“Kalau nanti sudah resmi dibuka pasti lebih memudahkan perjalanan,” katanya.
Dengan dibukanya tol Rangkasbitung–Cikulur secara fungsional, perjalanan menuju kawasan selatan Banten seperti Pandeglang hingga Lebak bagian selatan diperkirakan akan menjadi lebih cepat selama musim mudik Lebaran tahun ini. (ade)