
Caption : Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya Ketika memberikan sambutan pada acara peluncuran Koperasi Merah Putih di Desa Girimukti, Kecamatan Cilograng
JUARAMEDIA, LEBAK – Bupati Lebak, Hasbi Asyidiki Jayabaya, menyoroti konflik internal yang terjadi di Desa Kerta, Kecamatan Banjarsari, yang dinilai menghambat terbentuknya Koperasi Merah Putih (KMP) di desa tersebut.
Menurut Hasbi, konflik tersebut seharusnya tidak menghalangi upaya bersama dalam membangun kesejahteraan masyarakat melalui koperasi.
“Saya minta kepentingan masyarakat luas harus menjadi prioritas utama. Saya berharap semua pihak mau berdialog demi kemaslahatan bersama,” tegas Hasbi dalam sambutannya pada acara Launching Serentak 80.000 Koperasi Merah Putih secara nasional yang digelar di Desa Girimukti, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, Senin (21/7/2025).
Hasbi mengungkapkan, dari total 345 desa/kelurahan di Kabupaten Lebak, saat ini hanya tinggal dua desa yang belum menyelenggarakan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) pembentukan Koperasi Merah Putih, yakni Desa Kerta dan Desa Kanekes.
“Kalau untuk Desa Kanekes memang dari awal sudah menyatakan menolak, jadi tinggal satu lagi yang belum Musdesus, yaitu Desa Kerta,” jelas Hasbi.
Untuk itu, ia meminta Pemerintah Desa Kerta segera melaksanakan Musdesus agar tidak tertinggal dari desa-desa lain yang telah lebih dahulu membentuk KMP.
“Tolong kedepankan kepentingan orang banyak. Jangan sampai kepentingan pribadi atau kelompok menghambat kemajuan bersama,” pinta Hasbi.
Pembentukan Koperasi Merah Putih merupakan program strategis pemerintah yang bertujuan memperkuat kemandirian ekonomi desa dan memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan dan pengembangan usaha.
Diketahui, Senin (27/7/2025) hari ini, Presiden Prabowo Subianto, meluncurkan 80.000 Koperasi Desa Merah Putih di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Klaten, Jawa Tengah. Prabowo bercerita dia awalnya tidak mengira bahwa Kopdes akan terbentuk bulan Juli.(jm)