Kemenag Pandeglang Berikan Penyuluhan Pada Pengikut Aliran Hakekok Balakasuta

Redaksi - JuaraMedia
16 Mar 2021 14:03
3 menit membaca

Kemenag Pandeglang Berikan Penyuluhan Pada Pengikut Aliran Hakekok Balakasuta

 

JUARAMEDIA.COM PANDEGLANG – Jajaran Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pandeglang perankan penyuluh agama islam (PAI) untuk melakukan pembinaan kepada warga Kp Pamukiman Desa Karangbolong dan Desa Banyuasih, Kecamatan Cigeulis yang sudah terhasut ajakan Aria selaku pemimpin aliran Hakekok Balakasuta yang kini bersama 16 orang sedang dalam pembinaan Abuya Muhtadi Cidahu tersebut.

“Kami dari kemenag sebagai salah satu tim dari Bakorpakem yang diketuai oleh Pak Kejari Pandeglang, saat ini telah menurunkan para penyuluh untuk melakukan pembinaan kepada warga Cigeulis sekitar 50 orang lebih yang sudah terpengaruh saudara Aria selaku pimpinan aliran yang menyimpang yaitu Aliran Hakekok Balakasuta,” ungkap Kepala Kemenag Kab. Pandeglang, Drs H Endang, yang didampingi Kepala Subbag TU H. Asep Mulyadi dan Kasi Bimas Islam H Kosasih kepada awak media, Selasa (16/03/21).

Menurut Kepala Kemenag, benar warga penganut aliran itu ber-KTP Islam, dan sesuai pemaparan Kapolres Pandeglang dipastikan pimpinan dan penganut aliran itu beragama Islam.

“Terdiri dari 16 orang warga Kp. Pamukiman Desa Karangbolong Kecamatan Cigeulis Kabupaten Pandeglang yang telah diamankan Polres dan kini berada di rumah singgah. Dan informasi dari masyarakat setempat pengikut aliran ini tinggal secara terpisah dari masyarakat dan tidak pernah mengikuti ritual ibadah keislaman yang dilaksanakan oleh masyarakat setempat. Tokoh-tokoh masyarakat setempat sudah mengetahui keberadaan aliran ini dan beberapa kali mendatangi mereka untuk mengingatkan, mereka tidak pernah membantah/ menolak namun aliran tersebut terus beraktifitas,” terang H Endang.

Ungkapnya, karena mereka tinggal cukup jauh dari masyarakat setempat, dan berada di lokasi terpencil.

“Mereka jarang berinteraksi dengan warga sekitar dan tidak pernah mengikuti kegiatan keagamaan yang dilaksanakan oleh masyarakat setempat. Dari 3 orang anak yang mengikuti ritual aliran tersebut, 1 orang kelas 6 SD dan 2 orang lainnya belum sekolah karena usianya masih di bawah usia anak SD. Dan kini para penyuluh sedang melakukan pembinaan pada warga lainnya di Desa Karangbolong dan Banyuasih, Kecamatan Cigeulis.” katanya.

Dijelaskan Kepala Kemenag, bahwa berdasarkan penjelasan Kapolres dari hasil pengumpulan data dan bahan keterangan menyatakan aliran Balakasuta ini telah melakukan kegiatan sejak tahun 2005, pada awalnya diajarkan oleh Ramdani yang beralamat di Jasinga, Bogor. Sejak tahun 2015 ketuanya dipegang oleh Aryani alias Abah Arya dan sejak tahun 2015 tersebut beraktifitas di rumah Ati di Kp. Pamukiman Desa Karangbolong Kecamatan Cigeulis Kabupaten Pandeglang.

“Ritual mandi telanjang bersama untuk menyucikan diri agar lebih baik dan mendapatkan kekayaan. Tidak mewajibkan pengikutnya melaksanakan shalat lima waktu. Ini yang dinilai menyimpang dan akan terus kita lakukan pembinaan pada 50 orang lebih pengikut aliran Hakekok Balakasuta di Cigeulis,” jelasnya, seraya menambahkan Kemenag Pandeglang juga memberikan bantuan berupa buku kitab al-quran dan lainnya untuk kepentingan ibadah sesuai ajaran Islam al-quran dan al-hadits. (Ade)

 

 

 

TIM REDAKSI
Author: TIM REDAKSI

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *