Unras, HMI Lebak Tagih Janji Visi Misi Bupati

Redaksi - JuaraMedia
4 Des 2019 10:30
Lebak 0 109
2 menit membaca

Foto: HMI) MPO Cabang Lebak, melakukan aksi Unjuk rasa ( Unras) di halaman kantor Bupati Lebak, Rabu (4/12).

Reporter: Ebin | Editor: Yaris

JUARAMEDIA COM, Lebak – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Cabang Lebak, melakukan aksi Unjuk rasa ( Unras) di halaman kantor Bupati Lebak, Rabu (4/12).

Kedatangan puluhan massa pada momen pelaksanaan hari jadi kabupaten Lebak ke 191 tersebut. Lantaran, untuk menagih janji kepada pemerintah daerah setempat, untuk segera mewujudkan visi misinya.

Ironisnya, visi misi belum tercapai di penghujung tahun 2019, Lebak mengalami defisit anggaran hingga mencapai Rp156 Miliar.

“HUT Lebak ke- 191 harus menjadi momentum mengevaluasi,menagih,mendesak dan menuntut janji-janji pemerintah daerah yang tertuang dalam visi misinya,” kata koordinator aksi Yusuf Permana saat menyampaikan orasinya di halaman kantor Pemerintah Kabupaten Lebak, Rabu (4/12).

Dia mengungkapkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten
Lebak tahun 2020 mengalami defisit hingga Rp156 Niliar. Penyebabnya, akibat kebijakan pemerintah pusat menaikan luran BPJS dan proyeksi Dana Alokasi Umum (DAU) yang dinilai tidak sesuai. Kemudian, ada sekitar 950 kegiatan yang masih tertunda hingga saat ini.

“Oleh karena itu, kami menilai Kabupaten Lebak belum berhasil membebaskan, kemiskinan, kecerdasan dan kesehatan,” tegasnya.

Selain itu ia menambahkan, selain dari segi kesehatan tentu, masih banyak kekurangan lainnya seperti, mutu tenaga pendidikan yang masih rendah. Terlebih, dunia pendidikan di Lebak saat ini tengah berduka melihat berapa jumlah buruknya sarana prasarana pendidikan di pelosok. Ditambah lagi persoalan area tambang galian pasir (C) yang banyak ditemukan sudah tidak berizin dan penanganannya tak kunjung terselesaikan.

“Maka dari itu kami minta di HUT Lebak ini Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya dan DPRD untuk melakukan pemerataan pembangunan di 28 kecamatan, mengevaluasi pengentasan program kemiskinan dan membatalkan kenaikan anggaran DPRD Lebak sebesar Rp34 Miliar, meningkatkan kualitas tenaga pendidikan serta menuntaskan persoalan agraria,” pungkasnya.

TIM REDAKSI
Author: TIM REDAKSI

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *