
LEBAK – Menghadirkan narasumber Shaeed Salim dari Singapura, Universitas Malaysia menjadi sebuah inspirasi, inovasi di dunia pendidikan dalam meningkatkan kapasitas para guru menjadi sebuah indikator kuat dalam mengembangkan kapasitas para guru Mathla’ul Anwar (MA) dituntut supel.
Demikian dikatakan Kepala SMK MA, Erik Heriana. MT, kepada media diruang kerjanya, Selasa (8/10/2019).
“Membaca tak hanya membuka jendela informasi dunia, setidaknya itulah yang dikatakan Shaeed Salim, membaca bukan hanya kegiatan mengisi waktu luang dengan sederet manfaat yang didapat. Jadikanlah membaca sebagai kebutuhan dalam hidup,” ujarnya.
Erik menjelaskan, menimbang pentingnya membaca bagi guru dalam penyampaian materi pembelajaran, agar tidak monoton dalam penyampaian materi kepada siswa.
“Materi yang kita jelaskan sudah terangkum, inti sari buku pelajaran sudah dikuasai tinggal bagaimana cara mengemas agar materi yang disampaikan atau transfer ke siswa dapat dipahami oleh siswa,” terangnya
Dialog atau percakapan, sambung Erik, setelah membaca seorang guru harus bisa mengimplementasikan kepada siswa praktek percakapan seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan pelajaran lainnya, siswa dituntun bisa mengimplementasikan sesuai isi buku pelajaran.
“Dan siswa yang lain sebagai audiens atau pendengar bisa juga pengoreksi, agar suasana pembelajaran jadi hidup. Para guru juga dituntut supel dalam penyampaian materi kepada siswa,” pungkasnya. (arya/yaris)
Tidak ada komentar