DLH Lebak Kejar 20 Sekolah Adiwiyata Baru Tiap Tahun, 32 Sekolah Kini Dibina

Yayat - JuaraMedia
6 Okt 2026 10:32
Pendidikan 0 66
3 menit membaca

Caption : DLH Lebak Tengah Melakukan Zoom Meeting tentang Program Adiwiyata

JUARAMEDIA LEBAK – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak, Banten, mulai memperkuat gerakan sekolah peduli lingkungan dengan membina 32 sekolah calon peserta Program Adiwiyata.

Tak sekadar sosialisasi, pembinaan dilakukan secara rutin setiap minggu untuk mendorong sekolah memahami sekaligus memenuhi tahapan awal Program Adiwiyata, termasuk melakukan registrasi melalui Sistem Informasi Adiwiyata (SIDIA).

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi DLH Lebak memperluas budaya peduli lingkungan di lingkungan pendidikan. DLH menargetkan sedikitnya 20 sekolah baru bergabung dalam Program Adiwiyata setiap tahun.

Kepala Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Lebak, Erik Indra Kusuma, mengatakan pembinaan dilakukan untuk meningkatkan pemahaman sekolah mengenai tujuan dan manfaat Program Adiwiyata.

“Kami melaksanakan sosialisasi dan pembinaan setiap minggu agar semakin banyak sekolah memahami Program Adiwiyata dan terdorong untuk bergabung,” ujar Erik, Selasa (6/10/2026).

Menurutnya, Program Adiwiyata tidak hanya berkaitan dengan kebersihan sekolah. Lebih dari itu, program tersebut diarahkan untuk membentuk budaya peduli lingkungan yang diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.

Karena itu, seluruh warga sekolah didorong terlibat, mulai dari kepala sekolah, guru hingga peserta didik.

“Kami ingin sekolah memahami bahwa Program Adiwiyata merupakan upaya membangun budaya peduli lingkungan melalui kegiatan sehari-hari, mulai dari menjaga kebersihan, mengelola sampah, hingga menggunakan air dan energi secara bijak,” jelasnya.

Erik menyebutkan, sebanyak 32 sekolah yang saat ini mengikuti pembinaan tengah diarahkan untuk melakukan registrasi awal melalui SIDIA.

Registrasi tersebut menjadi salah satu tahapan penting bagi sekolah yang ingin mengikuti Program Adiwiyata. Melalui pembinaan rutin, DLH berupaya memastikan sekolah tidak hanya mengetahui program secara umum, tetapi juga memahami tahapan yang harus dipersiapkan.

“Dari 32 sekolah yang mengikuti kegiatan, kami mendorong agar sekolah segera melakukan registrasi pada SIDIA. Pembinaan ini diharapkan membantu sekolah memahami langkah awal yang perlu disiapkan,” ungkap Erik.

DLH Lebak tidak ingin gerakan sekolah peduli lingkungan berhenti pada puluhan sekolah yang sudah mengikuti program. Perluasan peserta menjadi salah satu strategi agar budaya peduli lingkungan semakin mengakar di dunia pendidikan.

Untuk itu, DLH menargetkan 20 sekolah baru bergabung dalam Program Adiwiyata setiap tahun.

Target tersebut diharapkan dapat memperluas penerapan perilaku ramah lingkungan di sekolah sekaligus melahirkan lebih banyak satuan pendidikan yang menjadi penggerak kepedulian lingkungan di Kabupaten Lebak.

“Kami menargetkan 20 sekolah baru bergabung dalam Program Adiwiyata setiap tahunnya. Dengan penambahan secara berkelanjutan, kami berharap semakin banyak sekolah menjadi penggerak kepedulian lingkungan dan berkontribusi dalam mendukung Lebak Hegar,” pungkasnya.

Dengan pembinaan yang dilakukan secara rutin, DLH Lebak berharap Program Adiwiyata tidak dipandang sebatas program penghargaan sekolah, tetapi menjadi gerakan membangun kebiasaan hidup bersih, pengelolaan lingkungan, serta penggunaan sumber daya secara bijak sejak dari lingkungan pendidikan. (Budi)

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi