Menu MBG Tuai Protes , Ahli Gizi Dapur MBG Al- Furqon Ungkap Kesalahan di Tingkat Posyandu

Yayat - JuaraMedia
10 Apr 2026 15:48
MBG 0 38
3 menit membaca

Caption : Rekaman Suara Iim,Ahli Gizi Dapur MBG Al- Furqon

JUARAMEDIA, LEBAK — Polemik menu program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menuai protes emak-emak di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, mulai terkuak. Ahli gizi mitra MBG mengungkap, persoalan utama diduga bukan pada kualitas makanan, melainkan kesalahan di tingkat posyandu yang menyebabkan keterlambatan distribusi hingga memicu penurunan mutu makanan.

Ahli gizi mitra MBG Al Furqon, Iim, menjelaskan bahwa makanan yang disiapkan sebenarnya telah melalui prosedur standar keamanan pangan saat proses pengemasan. Namun, kendala terjadi saat distribusi di lapangan, khususnya di tingkat posyandu.

“Dari sisi pengemasan, kami sudah sesuai standar. Suhu makanan dijaga di kisaran 45 sampai 50 derajat agar tetap aman saat didistribusikan,” ujar Iim, Jumat (10/4/2026).

Ia menegaskan, makanan berbahan dasar ikan seperti lele memiliki batas waktu konsumsi yang sangat terbatas. Jika tidak segera disalurkan dan dikonsumsi, kualitas makanan dapat menurun dan berpotensi menimbulkan bau.

“Ikan itu rentan. Maksimal dua jam setelah dimasak harus sudah dikonsumsi. Kalau lewat, apalagi tidak dalam kondisi panas, bisa menimbulkan bau dan risiko kontaminasi bakteri,” jelasnya.

Menurut Iim, keterlambatan distribusi terjadi di beberapa titik, di antaranya Kampung Mekaragung dan Pasir Ipis. Di lokasi tersebut, makanan tidak langsung dibagikan kepada penerima manfaat, melainkan sempat menumpuk di posyandu.

“Seharusnya langsung diantarkan ke penerima. Tapi kemarin ada yang menunggu di posyandu, karena tidak ada arahan teknis yang jelas terkait mekanisme pembagian,” katanya.

Ia juga mengungkapkan, sejumlah kader posyandu mengaku tidak mendapatkan petunjuk teknis dari pihak terkait mengenai sistem distribusi makanan. Hal itu menyebabkan proses penyaluran tidak berjalan optimal.

“Ada kader yang menunggu karena tidak ada arahan. Padahal distribusi ini berpacu dengan waktu, tidak bisa ditunda,” tambahnya.

Meski demikian, Iim memastikan bahwa pelaksanaan program MBG di lokasi lain berjalan baik dan mendapat respons positif dari masyarakat, terutama anak-anak sebagai penerima manfaat.

“Alhamdulillah di tempat lain aman, anak-anak menerima dengan baik. Hanya di beberapa titik saja yang mengalami kendala,” ujarnya.

Sebagai langkah perbaikan, pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh serta memberikan edukasi ulang kepada kader posyandu agar distribusi makanan dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.

“Kami akan evaluasi dan lakukan pengarahan ulang. Ke depan, distribusi harus lebih cepat agar kualitas makanan tetap terjaga,” tegasnya.

Kasus ini menjadi catatan penting dalam pelaksanaan program MBG di Kabupaten Lebak. Selain kualitas makanan, ketepatan distribusi menjadi faktor krusial dalam memastikan manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat tanpa menimbulkan persoalan baru.

Sebelumnya, puluhan emak-emak, Kamis (9/4/2926) menggruduk Dapur MBG Al -Furqon, Kp Pasir Garu, Desa Kaduagung Barat, Kecamatan Cibadak, pemicunya lantaran menunya tak layal konsumsi. (*)

 

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi