Dari Orasi ke Kesepakatan: FOKUS Jadi Instrumen Kontrol Mahasiswa di Lebak

Yayat - JuaraMedia
3 Mar 2026 02:24
Demo 0 38
2 menit membaca

Caption : Aliansi Mahasiswa Lebak 

JUARAMEDIA, LEBAK – Aksi ratusan mahasiswa di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Lebak, Senin (2/3/2026), berujung pada satu kesepakatan penting: lahirnya Forum Opini Kolektif Untuk Solusi (FOKUS) sebagai agenda rutin dialog antara mahasiswa dan Bupati Lebak.

Forum yang digagas oleh Aliansi Cipayung Plus itu kini resmi menjadi ruang pertemuan berkala untuk membahas berbagai persoalan strategis daerah. Kesepakatan tersebut dicapai setelah mahasiswa menyuarakan kritik terhadap sejumlah isu tata kelola pemerintahan yang dinilai belum tertangani secara optimal.

Ketua HMI Kabupaten Lebak, Hanan Al Jihad, menyebut lahirnya FOKUS sebagai langkah progresif dalam memperkuat demokrasi lokal.

“Pemerintah butuh pengingat, dan mahasiswa adalah alarm yang tak boleh dimatikan. FOKUS adalah kemenangan kecil untuk perubahan besar di Lebak,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).

Keberhasilan ini dinilai menandai babak baru dalam relasi check and balances di tingkat lokal. Untuk pertama kalinya, ruang dialog antara mahasiswa dan pemerintah daerah diformalkan dalam agenda rutin yang terstruktur.

Agenda FOKUS diharapkan tidak sekadar menjadi forum seremonial, melainkan benar-benar berfungsi memperkuat kontrol mahasiswa terhadap kebijakan dan kinerja instansi pemerintahan. Selain itu, forum ini juga diharapkan mendorong transparansi dalam setiap pengambilan keputusan strategis daerah, sekaligus menjadi kanal resmi bagi aspirasi masyarakat yang disuarakan mahasiswa agar dapat langsung sampai ke meja pimpinan daerah tanpa hambatan birokrasi.

Dengan format pertemuan berkala, mahasiswa menegaskan komitmennya untuk memastikan forum tersebut berjalan efektif, kritis, dan solutif—bukan sekadar ruang diskusi tanpa tindak lanjut.

Gerakan ini dimotori sejumlah organisasi mahasiswa di Kabupaten Lebak yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Plus, di antaranya HMI Cabang Lebak, GMNI Cabang Lebak, PC PMII Lebak, KUMALA (Keluarga Mahasiswa Lebak), serta HMI MPO Cabang Lebak.

Konsolidasi lintas organisasi tersebut menjadi kekuatan utama dalam mendorong lahirnya kesepakatan dengan pemerintah daerah.

Meski komitmen telah disepakati, implementasi forum akan menjadi ujian berikutnya. Konsistensi pelaksanaan FOKUS serta tindak lanjut atas setiap rekomendasi yang dibahas akan menjadi indikator keseriusan Pemerintah Kabupaten Lebak dalam membuka ruang partisipasi publik.

Bagi mahasiswa, kesepakatan ini bukan akhir dari gerakan. Mereka memastikan akan terus mengawal setiap kebijakan dan janji pemerintah demi mendorong tata kelola yang lebih transparan dan akuntabel di Kabupaten Lebak.

Dari jalanan menuju meja dialog, FOKUS kini menjadi simbol pergeseran strategi gerakan mahasiswa—dari tekanan aksi menuju pengawalan kebijakan yang lebih sistematis. (*)

 

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi