Tingkatkan Kompetensi, 50 Guru PAI Lebak Digembleng Pelatihan Dasar Baca Al-Qur’an

Yayat - JuaraMedia
27 Des 2025 11:28
Pendidikan 0 325
2 menit membaca

Caption : H Uus Bidang Pakis Kanwil Kemenag Banten tengah memberikan materi pada pelatihan dasar baca Al-Qur’an 

JUARAMEDIA, LEBAK — Upaya meningkatkan kualitas literasi Al-Qur’an di kalangan pendidik terus diperkuat. Sebanyak 50 Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dari berbagai sekolah di Kabupaten Lebak mengikuti Pelatihan Dasar Baca Al-Qur’an yang digelar Yayasan Al Khoeriyah Raudhatul Aulad, Sajira

Caption : Peserta Pelatihan Dasar Baca Al-Qur’an 

Kegiatan berlangsung selama dua hari, 26–27 Desember 2025, bertempat di Villa Kadaka, Kabupaten Pandeglang, dan menyasar guru PAI serta ketua Rohani Islam (Rohis) di sekolah-sekolah.

Acara ini secara resmi dibuka oleh perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Lebak, Muhammad Kholis Anshori, S.Ag, yang menegaskan pentingnya kompetensi dasar baca Al-Qur’an bagi guru agama sebagai garda terdepan pendidikan karakter dan keislaman di sekolah.

Ketua Panitia, Roma Harianto, M.Pd, mengatakan pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan guru dalam membaca Al-Qur’an secara baik dan benar, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri mereka saat mengajar di kelas.

“Guru PAI harus menjadi teladan, bukan hanya dalam pemahaman materi, tetapi juga dalam kemampuan membaca Al-Qur’an dengan tartil dan sesuai kaidah. Untuk pematerinya kita menghadirkan pak H. Uus Mahrus, Se dari Kanwil Kemenag Banten   ” ujar Roma, Sabtu (26/12/2025).

Roma menambahkan, pelatihan ini dirancang sebagai pelatihan dasar, namun dengan pendekatan intensif agar peserta benar-benar memahami makharijul huruf, tajwid dasar, dan kelancaran membaca.

Sementara itu, Ketua Yayasan Al Khoeriyah Raudhatul Aulad, Rudianto, M.Pd, menegaskan komitmen yayasan dalam mendukung peningkatan kualitas guru agama di daerah.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal pembinaan berkelanjutan bagi guru PAI, sehingga dampaknya langsung dirasakan oleh peserta didik di sekolah,” kata Rudianto.

Kegiatan pelatihan ini mendapat sambutan positif dari para peserta. Mereka menilai program tersebut sangat relevan dengan kebutuhan guru di lapangan, khususnya dalam menghadapi tantangan pembelajaran pendidikan agama Islam di era saat ini. (*)