
Caption : Kadis Irvan & Plt Sekdis Dinas LH Lebak Nana Mulyana
JUARAMEDIA, LEBAK – Kabupaten Lebak resmi ditetapkan sebagai salah satu dari 30 kabupaten/kota penerima program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) dari Bank Dunia. Lebak bahkan masuk kloter pertama bersama empat daerah lain yang akan langsung menjalankan program tersebut.
Kabar ini disampaikan Kadis LH Irvan Suyatupika didampingi Plt Sekdis H Nana Mulyana, yang menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan seluruh persyaratan teknis untuk memulai implementasi program berskala nasional itu.
“Alhamdulillah, Kabupaten Lebak terpilih sebagai penerima bantuan dari Bank Dunia melalui program LSDP. Dari 30 daerah, Lebak masuk kloter pertama yang akan segera melaksanakan kegiatan,” ujar Nana di ruang kerjanya, Selasa (2/12/2025)

Bangun Pabrik Pengolahan Sampah Besar di Dua TPA
Sebagai bentuk keseriusan, Pemkab Lebak telah menyiapkan berbagai dokumen teknis seperti RSI, FS, DED, hingga dokumen lingkungan. Dua lokasi TPA juga telah ditetapkan sebagai site pembangunan pabrik pengolahan sampah terpadu:
1. TPA Dengung — Kapasitas 120 ton per hari
Lahan seluas 2 hektare telah disediakan.
2. TPA Cihara — Kapasitas 50 ton per hari
Jika dua TPST ini beroperasi, Lebak dapat mengolah 300 ton sampah per hari, dari total timbulan 600 ton harian.

“Selama ini kami baru mampu menangani 250 ton. Sisanya masih ada yang dibakar, dikubur, hingga dibuang ke sungai. Melalui LSDP, kami ingin seluruh 600 ton sampah itu tertangani,” tegasnya.
Produksi RDF untuk Gantikan Batu Bara, Cemindo Siap Jadi Offtaker
Kedua TPST itu akan menghasilkan Refuse Derived Fuel (RDF), yakni bahan bakar alternatif pengganti batu bara. Dari 300 ton sampah yang diolah, diprediksi 50% menjadi RDF, atau sekitar 150 ton per hari.
PT Cemindo Gemilang (pabrik semen di Cihara) telah menyatakan siap menjadi pembeli utama RDF tersebut.
“Cemindo membutuhkan sekitar 500 ton RDF per hari untuk substitusi batu bara sebanyak 30%. Produksi dari Lebak 150 ton akan langsung diserap Cemindo,” papar Nana.
Kerja sama resmi akan disusun antara Pemkab Lebak dan PT Cemindo Gemilang.
DLH menegaskan bahwa program LSDP ini akan mengoptimalkan penanganan sampah dari hulu hingga hilir, mulai dari rumah tangga hingga TPA. Selain membangun dua TPST besar, program ini juga akan menghadirkan 5 unit TPS3R di lima kecamatan yang kini masuk tahap finalisasi lokasi.
“Tahun 2029 Lebak harus bersih dari sampah, zero waste. LSDP ini sangat menentukan,” katanya yakin.

Selama 3 Tahun, Semua Biaya Operasional Ditanggung Program Bank Dunia
Menariknya, selama tiga tahun pertama, seluruh biaya operasional dan pemeliharaan TPST serta TPS3R ditanggung penuh oleh program LSDP.
“Pemda tidak mengeluarkan biaya operasional maupun maintenance selama tiga tahun. Semuanya masih ditanggung program,” jelas Nana.
Desember 2025 menjadi momentum penting. DLH menargetkan finalisasi RSI dan penetapan lokasi TPS3R selesai pekan depan.
“Bulan Desember ini RSI sudah harus fix. Minggu depan kami finalisasi lima lokasi TPS3R,” tambah Nana.
Dengan masuknya Lebak sebagai penerima program Bank Dunia, pemerintah optimistis masalah sampah yang selama ini sulit ditangani dapat terpecahkan. (adv/ade)