Oplus_131072Caption : Akhiri Polemik, poto bersama pihak Kemenag bersama perwakilan guru madrasah swasta
JUARAMEDIA, PANDEGLANG — Setelah sempat diwarnai polemik, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pandeglang dan guru honorer madrasah swasta akhirnya mencapai titik temu. Melalui forum tabayun yang digelar di Aula Kantor Kemenag Pandeglang, Senin (3/11/2025), kedua pihak sepakat mengakhiri perbedaan dan memperkuat sinergi dalam memperjuangkan kesejahteraan guru madrasah.
Pertemuan yang dipimpin Plh. Kepala Kemenag Pandeglang H. Jamaludin itu menjadi ajang klarifikasi dan silaturahmi antara Kemenag dengan perwakilan guru madrasah swasta se-Kabupaten Pandeglang. Dalam forum tersebut, Kemenag menyampaikan permohonan maaf terbuka atas pernyataan sebelumnya yang sempat memicu dinamika di kalangan guru madrasah.
Koordinator Nasional Aksi Guru Honorer Madrasah, Fahru Rijal, memaparkan perjalanan panjang perjuangan guru madrasah swasta sejak tahun 2019 hingga 2025. Ia menegaskan bahwa perjuangan akan terus berlanjut hingga kesejahteraan guru madrasah terwujud.
“Kami sudah memaafkan dan berharap ini menjadi pelajaran bagi semua pihak. Guru honorer madrasah kini sedang bersemangat memperjuangkan kesejahteraan. Kami hanya mengharapkan dukungan moral dari Kemenag,” ujar Fahru Rijal.
Sementara itu, Rusli Umbara, Koordinator Lapangan Wilayah Pandeglang, menyampaikan apresiasi kepada Kemenag yang telah membuka ruang dialog secara terbuka.
“Kami mohon doa dan dukungan agar tetap kuat melanjutkan perjuangan. Insyaallah luka ini akan sembuh bersama perjuangan menuju P3K,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, perwakilan guru madrasah juga menyampaikan pernyataan sikap bersama, menegaskan bahwa mereka menerima klarifikasi dan permohonan maaf dari Kepala Kantor Kemenag Pandeglang. Mereka berkomitmen menjaga hubungan baik serta mendukung setiap program dan kebijakan Kemenag di tingkat daerah.
“Kami menghargai sikap Kepala Kemenag yang telah meminta maaf dan mengapresiasi dukungan terhadap aksi nasional guru madrasah. Kami akan terus menjaga citra Kemenag dan menjalin sinergi yang baik,” lanjut Rusli.
Di sisi lain, Plh. Kepala Kemenag Pandeglang H. Jamaludin menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh perjuangan guru honorer madrasah swasta dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan mereka.
“Silaturahmi ini menjadi langkah penting untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama. Kemenag selalu membuka ruang dialog bagi guru madrasah untuk kemajuan bersama,” tegasnya.
Pertemuan tabayun tersebut diakhiri dengan doa bersama dan komitmen untuk menjaga kerukunan, memperkuat sinergi, serta melangkah bersama dalam memperjuangkan kesejahteraan guru madrasah di Kabupaten Pandeglang.
Diketahui, pemantik polemik antara guru madrasah swasta dengan pihak Kemenag ini, bermula dari ucapan Kepala Kemenag Pandeglang Lukmanul Hakim, yang menyebut aksi guru madrasah swasta di Jakarta 30 Oktober 2025 “bikin repot pemerintah”. (*)