Komisi VIII DPR RI Tinjau Sekolah Rakyat di Lebak , Bupati Hasbi : Program Mulia Harus Didukung

admin
11 Sep 2025 12:58
2 menit membaca

Caption : Komisi VIII DPR RI ketika meninjau  Sekolah Rakyat di Lebak 

JUARAMEDIA, LEBAK – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, H. Ansori Siregar, menegaskan bahwa Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto merupakan bentuk nyata implementasi Undang-Undang Nasional Nomor 34 tentang kewajiban negara memelihara fakir miskin dan anak terlantar.

Ansori menyampaikan hal itu saat melakukan kunjungan kerja bersama rombongan Komisi VIII DPR RI ke Sekolah Rakyat, yang berlokasi di Kabupaten Lebak, Banten.

“Sekolah rakyat ini diperuntukkan untuk masyarakat miskin dan miskin ekstrem, khususnya yang masuk kategori desil 1 dan 2. Alhamdulillah fasilitasnya cukup baik, asrama bersih, ber-AC, dan setiap kamar ditempati empat orang. Anak-anaknya pun punya cita-cita besar, ada yang ingin jadi guru, pengacara, taruna, hingga qori,” kata Ansori, disela sela peninjauan Sekolah Rakyat di BPMP Kabupaten Lebak  , Kamis (11/9/2025)

Politisi itu menekankan bahwa program ini masih dalam tahap darurat transisi menuju penyelenggaraan penuh pada 2025. Menurutnya, kuota pendidikan dasar masih terbatas, sementara jenjang SMA sudah terpenuhi 100 persen.

Terkait anggaran, Ansori memastikan ada tambahan dana sebesar Rp2,3 triliun dari pemerintah pusat yang akan dibagikan melalui Kementerian Sosial ke seluruh sekolah rakyat di Indonesia, termasuk di Kabupaten Lebak.

“Pasti dapat alokasi. Hanya saja, untuk SD memang cukup berat karena anak-anak masih kecil, apalagi jika harus tinggal di asrama. Namun ini bagian dari proses evaluasi dan perbaikan ke depan,” jelasnya.

Bupati Lebak, Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Komisi VIII DPR RI. Ia menilai Sekolah Rakyat sebagai program strategis yang harus dikawal bersama demi penghapusan kemiskinan ekstrem.

“Atas nama pemerintah daerah, saya mengucapkan terima kasih kepada pimpinan dan anggota Komisi VIII DPR RI. Program sekolah rakyat ini adalah turunan dari Instruksi Presiden Nomor 8, yang tujuannya untuk penghapusan kemiskinan ekstrem. Ini program mulia yang harus kita dukung dan awasi bersama. Semoga cita-cita Indonesia Emas 2045 bisa kita wujudkan,” ungkap Hasbi. (cupek)

 

Redaksi
Author: Redaksi

Referensi Berita Terpercaya